Cukup

Ketika semuanya sekarang terbuka, hanya menyelamatkan muka sendiri-sendiri.
Maka saatnya untuk mengalihkan prioritas.

Kerjakan yang penting buatmu dan sesuai tanggung jawabmu.

visit&like my FB Page : DSY
Thank You ^^

Piano (part 2)

Piano part 2

Yep setelah beberapa pertimbangan disini saya memutuskan hunting piano akustik.
Biar sekali jalan maksudnya.
Walaupun “mengusahakan” duitnya juga setengah mati sih huhuhu
Daripada ntar setelah sekolah baru hunting tambah setengah mati deh.

Mulailah perjalanan ke awal bertanya ke piano teacher lagi…
Jadi gini jenis piano kan ada macam-macam ya.

Dari yang pendek/spinet sampai grand. Paling populer yang jenis upright.
Kalau yang spinet udah jarang banget orang punya dan ujung-ujungnya akan upgrade juga.
Kalau yang grand, kemahalan. Hahaha

Pilihan jatuh ke jenis piano yang umum ditemui yaitu upright.
Sekarang merk…
Yang sering beredar ada kawai dan yamaha buatan jepang lalu si steinwey and sons itu sih.
Kebanyakan guru dan toko musik karena kita hidup di Indonesia yang tersedia dan servicenya gampang dan nilai jual kembalinya ok, ya yamaha. Walaupun dari segi suara, kawai lebih bening sedikit. Steinwey and sons? Udala jangan ditanya thats the best brand piano in the world dan harganya mihil. Titik.

Tanya sama guru musik, mereka menyarankan merk yamaha.
Tanya sama penjual piano, kebanyakan punyanya yamaha dan servicenya gampang yamaha. Apalagi di kota kecil tempat saya tinggal ini. Mau cari merk lain, susah. Minim pilihan.
Tanya sama internet di beberapa situs populer&terpercaya seperti markgoodwind,forum piano etc,juga paling populer ya yamaha.
Ya udah lah ya yamaha aja ya.

Pertanyaannya sekarang mau yang baru atau bekas?
Tanya sama piano teacher dan browsing internet dapat hasil : kalau beli piano baru harganya akan turun jatuh banget. Jadi artinya kalau gak mampu beli yang bagus sekalian supaya gak upgrade / tahan lama, jangan beli yang baru *gitu deh kayaknya hahaha*.

Beli piano yang second, dengan syarat kondisinya harus bagus dan benar-benar dicek. Umur piano kalau maintenancenya bagus bisa sampai ratusan tahun. Dan kalau maintenance pemilik sebelumnya bagus itu bisa jadi nilai investasi.
Piano second harganya ga akan langsung drop. Stabil. Dengan syarat maintenancenya bagus.
Gak kaya piano baru yang awalnya beli di harga 30 juta, baru umur setahun dua tahun mau ganti/upgrade harganya langsung jatuh 50%.

Ok baiklah kalau ada “barang bagus” pilih yang second. Kalau ada barang bagus.

Sekarang ke tipe. Ok merk udah ya yamaha. Karena kawai juga ga banyak pilihan kalau dikota ini. Mau ambil resiko pribadi kirim dari luar kota.
Engga deh. Ga berani.

Tanya lagi ke piano teacher dan inernet forum. Mostly menyarankan tipe U3. Untuk yg upright.

Kenapa u3? Saya ambil kesimpulan dari penjelasan guru piano dan forum internet soal yamaha, tipe u3 ini
– suaranya kaya grand. Bergema bagus. Karena senarnya panjang. Tinggi u3 131cm tipe piano upright. -tipe yang mudah dicari di seluruh dunia karena ini tipe favourite banget untuk upright yamaha. Semakin tinggi semakin nyaring dan baik suaranya tapi kondisikan juga dengan kondisi ruangan sih. Kalau taruhnya di ruangan kamar 3x3m ya mikir juga deh. Atau mainnya pakai demper tengah biar volume agak tertahan.
– karena spesifikasinya *piano akustik ya bukan digital yang penuh pencet2*, piano ini sering naik dipakai di panggung2 konser. Which is mean kalau naik panggung mostly maintenancenya pasti bagus.
– ga perlu upgrade di tengah perjalanan belajar piano kecuali upgrade ke grand hahaha
Dan lain lainnya lah untuk tipe ini banyak banget bertebaran di internet.

Find….huntinglah si u3 di toko piano.
Daaann jennggg….jeng….yamaha ga punya tipe u3 baru di Indonesia. Kecuali impor langsung dari pabrikny di jepang hanamatsu. Hahahaah
Jadi yamaha punya pabrik dimana-mana, indonesia tepatnya pulo gadung hanya memproduksi yang tipe ju109pe (109cm) dan tipe u1(120cm). Harganya? Ju109 kisaran 33 juta. Dan u1 kisaran 60 juta rupiah. Bagus mana sama u3? Masih jauh bagusan u3 daaan… kalau pun ada u3 baru di Indonesia harganya sekitar 6000USD atau kisaran 80-90an juta. Astagaaa beli piano aja koq sampe segituuu… huhuhuhu

Balik lagi ke tipe, jelas dong tipe ju yang 109cm itu pendek. Suaranya standar biasa student lah. Dan cocoknya buat di kamar. Untuk di ruangan luas seperti kamar tamu / hall ga terlalu baik soundnya. Dan ada kemungkinan akan upgrade di grade tertentu. Haduh….dannn harganya jelas langsung jatuh kan baru hehehe

U1? Kemahalan. Titik.
Kawai? Yang paling murah kisaran  35juta. Tapi barang susah.
Steinwey? MAHAL.

Kembali ke keberuntungan, kalau bisa dapat u3 kondisi baik di jateng,ambil. Kalau engga ya sudah legowo sama ju109pe yang baru.

HUNTING
Hunting barang dan hunting informasi. Memperkuat informasi cara mencari atau cek piano second.
Seperti :
1. Soundboard ga patah atau kena bekas banjir. Apalagi piano-piano dari jakarta. Pasti rawan banjir.
2. Tuts masih ok. Kalau dipencet baliknya cepat.
3. Senar ga ada yang warna hijau, karena kalau hijau konon katanya bekas tikus.
4. Kondisi hamper dan senar sama. Ga ada yang baru sebagian bekas sebagian. Jadi kondisinya sama semua.
4. Umur piano/nomor seri dia diproduksi. Yamaha bisa dilacak dengan mudah di internet.
Dan yang lain-lain deh pokoknya. Banyak sekali faktor yang harus dipertimbangkan ketika membeli second.

Termasuk harus belajar sendiri melihat kondisi piano 2nd. Huntinglah saya ke beberapa toko yang jual piano second di jogja dan solo. Lihat-lihat bandingkan cocokkan mainkan cocokin harga. Etc etc

Ok membulatkan tekad kembali ke toko piano di solo dengan harapan kalau belinya disini kan gampang ya,mau service dll. Harganya juga reasonable. Sama lah dengan yang beredar di internet (USD) atau yang dari surabaya. Non ongkir aja.

Sampai di sana,kunjungan pertama dihadapkan dengan 2 jenis piano upright. Yang satu tahun 1960an nippon gakki, demper kayu dan jamuran dan yang 1 entah tahun berapa lebih bagus  ada tulisan certificate. Jepang. U3 semua.

Kunjungan kedua muncul sebuah piano lain tipe u3 dengan kondisi jauh lebih prima dibanding terdahulunya. Saya tanya, ini kenapa gak ada 2  minggu yang lalu?
Jawabannya sudah dibeli orang pesan langsung dari surabaya (bukan jakarta ok save) dan ketika sampai dirumahnya mau naik ke lantai dua …gak bisa karena kondisi tangga yang gak memungkinkan. Akhirnya balik ke toko dan batal. Barang bagus.

Batin saya, kalau orang uda transaksi pasti barang bagus. Karena alasannya cuma ga bisa naik ke lantai 2 aja.
Apa mungkin ini jodoh piano saya? Hahahaah

U3 lhooo….cek cek kondisi semuanya ok. Diproduksi bulan desember tahun 1978 sesuai dengan nomor serinya. Kondisi baik maintenancenya bagus. Di pedal terdapat sedikit kelopek bekas sepatu which is mean, kemungkinan besar piano ini belum  direkondisi alias masih original dan biasa dipakai di panggung. Main piano dirumah gak mungkin sampai mengelupas kan pedalnya, karena pedal mengelupas kalau yang nginjek pakai sepatu. Lihat motif cover atasnya,kaya motif kuno gitu. Entah pernah dimiliki pejabat atau dimiliki sebuah sekolah seni.  Simpel aja sih…
Cek harga yang ditawarkan sama dengan yang biasanya beredar di internet untuk nomor seri tahun itu.

Akhirnya memberanikan diri “menawar” dan “meminang” si piano for about 20% lower price hahaha
Dapat! Masih di kisaran 30-40jutaan sih.

Bungkus, transfer, besok dikirim. Lusa di stem.
Tanya-tanya sama yang nytem, kondisi piano masih bagus. Fiuuufffff
By the way tutsnya masih bersih juga ga kekuning’kuningsn gitu.

Mainlah piano lebih sering mulai saat itu termasuk lega karena si bocah juga tertarik.
Daannn …sekarang saya mengerti kenapa saya jatuh cinta sama piano akustik. SUARA.

Suaranya kaya banget. Rich sound. Bandingkan dengan punya murid yang pakao digital, *ouch* pantes kebanyakan teacher selalu menyarankan yang akustik dan sedikit mengernyit ketika mendengar piano digital. Hehehe *peace*

Piano saya letakkan di kamar tamu dengan ukuran ruangan 5×4 meter.
Jalan kompleks perumahan   saya terdiri dari 5 rumah  dengan ukuran rata-rata rumah 160m2 atau bisa lebih.
Saya main piano, saya suruh ART jalan sampai ke ujung jalan, masih kedengeran suaranyaaaa *stage piano banget dah*
Dan tentunya walaupun keras tapi suaranya empuk. Beda dengan digital yang kalau volumenya dikeraskan bikin sakit telinga. Banyak juga yang volume sampai di angka 12 udah mulai cempreng suaranya.

Beda banget deh.
Semoga saya bisa merawat piano ini dengan baik jadi dia tidak kehilangan nilai antik dan “value price”nya.

image

image

visit&like my FB Page : DSY
Thank You ^^

Piano (part 1)

Hai readers, apa kabar?
Lamaaaaaaa banget ya saya gak nulis blog.
Maklum emak2 sibuk, sibuk kejar setoran. Hahaha

Bdw saya baru beli piano *pamer*.
Bukan piano nya yang mau ceritakan tapi perjalanan saya sampai kepada tahap membeli piano sih.

Semuanya berawal dari 15 tahun silam, ketika saya belajar musik resmi di sekolah musik pertama kali. Instrumen yang saya pelajari bukan biola  tapi piano.

Yes a piano. Rangkaian kayu dan senar yang disusun sedemikian rupa hingha menghasilkan sebuah bunyi. Belum tentu indah tergantung playernya hahaha

Kenapa saya belajar piano? Karena teman ibu saya ngelesin anaknya piano jadi latahlah emak saya dengan ikut2an ngelesin anaknya piano juga. Kabar buruknya adalah harga piano itu mahaaal sodara.

Perbedaannya apa….
Organ adalah alat musik elektronik atau bisa juga sih gak elektrik yang pakai pipa besar2 itu,biasa dipakai di gereja. Bunyinya yang seputaran itu aja bunyi “strings” khas organ.
Kalau yang elektrik semakin baru semakin macam-macam bunyinya. Tapi ya kembali lagi ke fungsi organ, teknik mainnya ya sama aja dengan organ klasik. Harga “relatif” dibawah 10 juta juga ada.

Keyboard adalah alat musik yang paling sering kita temui di acara pesta. Karena alat keyboard mudah dipelajari, dan karena mudah dipelajari maka jika kemampuan playernya pas-pasan sekalipun bisa terlihat bagus -bagus aja mainnya karena bantuan mesin. Harga? Yang 2 jutaan aja ada. Namanya elektrik ya tergantung fasilitas dan fungsinya aja, sama kaya beli handphone.

Piano adalah alat musik kuno yang sering digunakan dalam pesta, reality show *lihat acara hitamputihnya om dede.c? Yes it is steinwey and sons. The best piano brand in the world, dikasih secondnny mau banget lah gw hahaha*. Dan instrumen wajib atau paling populer di kalangan musisi pencet. Panjang piano 7 oktaf/88 tuts dan tutsnya berat. Jarang la saya lihat musisi pencet milih organ/keyboard sebagai mayornya. Harga? Paling murah second kondisi baik, umur kira-kira 30tahunan, sekitar 20 jutaaan. Baru? Jangan ditanya deh berapa harganya. Bisa sama kaya beli mobil bahkan rumah.

Well dari 3 alat pencet ini hirarkinya dari atas adalah Piano – Organ – keyboard.
Artinya…kalau kamu bisa main piano dengan baik,kamu akan mudah belajar organ apalagi keyboard. Tapi kalau startnya uda belajar keyboard duluan,ketemu piano? Manjatnya jauuuuhhhh.

Oke back to my story, singkat kata
Saya belajar piano tanpa punya alatnya. Hahahah *WTF*
So…tiap kali saya dapat pe er fingering dari guru saya diawal-awal lesson, jadilah tembok sebagai media saya fingering *emang temboknya bunyi? Ya kagaklah targetnya kan fingeringnya bener.hahaha*.

Selama awal belajar saya gak pernah protes, sekalipun tersendat-sendat mempelajari alat musik yang bahkan saya gak punya buat latihan. Belum lagi ngelihat si temen nyokap yang ngebeliin anaknya piano second seharga 21 juta rupiah di tahun 2001an. OMG
Duit darimanaaaa ortu saya bisa beliin piano,kan eyke masih sekolah, kudu kuliah, pengen s2 dll dkk.

Setelah beberapa bulan saya survive tanpa alat dirumah, finally …ortu beliin saya….keyboard beneran yang 5 oktaf bukan mainan (mwahahahahah bukannya ga bersyukur yaaa,tapiii…) ya sudahlah karena ortu buta musik dan saya juga belum punya alasan kuat untuk minta piano. Jadilah saya belajar pake keyboard dirumah. Survive sampai beberapa grade,setelah sampai ke tahap tertentu dalam bermusik… saya mulai ga nyaman dengan keyboard. Huhuhu lesnya piano tapi pegangnya keyboard. Touchingnya beda, tekniknya beda huhuhuhu

Akhirnya saya bilang sama ortu bahwa says berhenti dulu belajar pianonya, daripada rugi bayar les piano mahal-mahal tapi tiap kali les progressnya lambat karena saya belajar pake keyboard. Gantilah ke biola yang lebih terjangkau harganya. Waktu itu start up di 650ribu rupiah dan setelah advanced dapat biola seharga 5 juta rupiah dan masih akan naik lagi harganya karena ini investasi *biola aja harganya sama dengan ipad hahaha*.

Ok back to piano,selama saya belajar musik, saya tetap memendam keinginan saya untuk punya piano. Ada “rasa” di dalam hati yang menggebu *halah* tiap kali lihat piano. Saya harus piano sendiri someday for PAYBACK.

Sampai akhirnya keinginan itu terpendam dan mencuat lagi ketika sudah punya anak. Saya sukanya main piano,biola dan kerajinan tangan.  Jadi …yaaa….saya akan ajari anak saya itu. Karena bisanya itu. Berawal dari pengalaman saya dulu yang berhenti di tengah jalan. Akhirnya saya mencari jalan untuk punya uang supaya bisa beli piano. Nabung! Kencangkan ikat pinggang.

Dengan harapan kalau saya ajari anak main piano, dia akan suka dan ga berhenti di tengah jalan kaya saya dulu. Kalaupun anak saya ga mau konsen di piano, at least someday saya dan dia bisa main piano untuk sekedar menghibur diri denganr suara piano yang menggelegar dan aduhai. INVESTASI  Hahaha

Mulailah perjalanan saya mencari piano. Awalnya dimulai dari budget dan model.
Mau beli piano digital atau…piano akustik.
Piamo digital dan akustik beda di bunyi dan tuts pencetnya.
Sama harga tentunya. Kalau pilih digital dengan budget 3oan juta sudah dapat yang bagus banget. Dengan segala macam bunyi’bunyisn elektriknya itu. Sedangkan piano akustik? Second atau baru biasa banget. Jiaaaah lihat kan bedanya huhuhuhu

Akhirnya saya konsultasi dengan beberapa teman pianis dan trainer2 piano sekaligus penjualnya. Nanya sana sini jakarta surabaya denpasar.
Akhirnya dapat kesimpulan :
Untuk investasi ke anak jauh lebih baik piano akustik. Karena anak akan dapat pengalaman teknik dan penjarian yang mantab. Piano digital hanya bersifat senang’senang gak tahan lama alias gak abadi sifatnya. Tapi dengan belajar piano akustik si musisi ini akan punya “investasi” yang baik dalam dirinya.

PLOK PLOK PLOK belum…. dari sini saya masih mencari opini dari segi budgetinv dong. Hahaha hihihi huhuhuhu

Browsing-browsing lah soal review piano’piano digital, dimulai dari yamaha airus yang harganya sekitar 10-15 jutaan. Pilih yamaha karena merk uda terkenal aja sih hahaha
Mikir soal yamaha airus dan mendengarkan suaranya di gereja. Kebetulan gereja pakai airus.

Ok noted.

Ketemu sama kakaknya si clavinova dengerin suaranya juga. Ok noted.
Hasilnya? Jauh lebih bagus suara si clavi ya setidaknya ga cempreng la kaya si airus. *ya iyalaaaaahhh harganya lhoooo beda jauhhh*
Si clavi start di harga 25 jeti. Whoaaaahh dan karena elektrik baik airus maupun clavi banyak tombol yang gak penting si kalau kita bisa main piano akustik dengan baik *ih sombong gw, walopun belajarnya ga sampai advanced tapi kalau soal main dengan baik sih saya ngerti dan BISA ya hahaha*.

Bandingin merk lain seperti roland harganya uda jauh mahaaalll. Tapi emg sih suaranya beda bangeeett empuk daaahh kalau rolland. Belom bisa dibandingin ama piano akustik yaaaa..oh ya untuk digital jelas belinya baru, aje gile beli barang second elektronik harga >5 juta. Ngeriiii

Trus hunting piano akustik dong ya…. sesuaikam dengan budget dengan budget 30an juta bisa dapat yang baru untuk student class (yamaha tipe ju109pe) atau second asal bagus kondisinya (25 jutaan). Pergilah melihat lihat piano akustik. Dan jreng jreeennggg….
Suaranya bedaaaa banget ama yang digital hahahahaha 
Ketika piano dalam kondisi baik,
Bunyinya ceesss pleeengg gitu di telinga *omigot*

Dari teknik bermain, bagus piano akustik *according to the senior teacher*.
Dari segi touching, bagus piano akustik. Tebel dan berat.
Dari segi bunyi bagus piano akustik bahkan untuk yang second *tapi masih dalam kondisi baik dan terawat* sekalipun.
Dari segi harga investasi, bagus piano akustik. Kalau digital elektronik, harga jatuh sejatuh-jatuhnya deh kalau mau ganti atau dijual. Ini juga berhubungan dengan grade belajar piano, kalau mau ke advanced ya walaupun awalnya beli digital someday tetap harus ganti/upgrade ke akustik.

Okelah ….mari hunting piano akustik. Di part 2

visit&like my FB Page : DSY
Thank You ^^

The orchestra in town

Sudah jadi kebutuhan rasanya tiap kali saya pindah kota pasti mencari-mencari chamber orchestra. Untuk memuaskan dahaga bermain musik dalam orchestra aja yang sudah saya mulai sejak 15 tahun yang lalu.

Rasanya ada yang hilang aja kalau udah ga bermusik lagi.
And then…setelah venus bali,baliSAE,Amari Jogja dan Dwipantara di malang, di kota ini saya gabung di SoliDio orch.

image

Semoga betah dalam semangat berkarya.

salam kreasi DSY

Her 2nd flight

Baru aja mendarat di jakarta untuk kesekian kalinya dalam rangka pernikahan sepupu.

Deg2an pasti karena bawa bocah dua tahun ini.  Tensionnya berat man,naik plane dan party.

Tahun lalu waktu ke bali, CK masih kecil. Dan acaranya jalan2. So masih gampang ya, sampe pesawat dia belum peduli ada dimana langsung merem tidur.

Kalau sekarang, si bocah ini udah tau dia bakal naik plane. Banyak pertanyaan dan antusiasme.
Jelas2 ngantuk, ga mau tidur. Emaknya deg2an dong. Ga boleh jalan2 kan, dlm hati berdoa trus smg dia ga minta jalan2.

Untungnya sebelum naik plane, di ruang boarding dia udah capek naik turun perosotan di taman bermain duluan. So agak tired ketika di plane hihi

image

salam kreasi DSY

Today Im gratefull

Bersyukur akan membuat hidup kita jadi ringan seberat apapun masalahnya.

Hari ini saya bersyukur bawah saya

1. Masih diberika  kesempatan menikmati hidup.

2. Suami sehat dan lancar rejekinya.

3. CK perkembangannya baik sekali,hari ini diusianya yang 2 tahun 6 bulan, sudah bisa menyanyi sendiri 2 lagu yaitu cicak di dinding dan pelangi. Walaupun masih cadel dan melodinya kemana2. Hehe

4. CK sudah hafal banyak sekali lagu. Lebih dari 10 lagu anak.  Sejak usia 1 tahun dan bisa wawewo merespon dengan celotehan anak kecil, dia mulai menghafal lagu2 yg sering saya nyanyikan buat dia.

Intinya  saya bersyukur atas semua yang Tuhan beri untuk saya.

Siap mengawali 2016 dengan semangat yang positif ^^

salam kreasi DSY

Happy New Year 2016

Hi readers
Lama sekali saya ga nulis blog ya. I admitted memang rasanya sekarang menulis sudah tidak semenarik dulu apalagi karena saya punya kesibukan baru dan mulai bekerja lagi. But i do admitted too that sometime i miss to write again.

Anyway saya mau ngucapin happy new year , selamat tahun baru buat readers semua.

Semoga di tahun 2016 ini menjadi lebih baik semuanya.

Kalau merefleksi diri di tahun 2015, saya merasa im not good enough to be a good mom.
So di tahun 2016 ini harapan saya,semoga saya bisa menjadi ibu yang jauh lebih sabar lagi dan mempunyai banyak waktu buat bocah kecil tersayang ini.

Well, sekali lagi happy new year guys ! ^^