Being mommy means you have to deal with everything

Baru saja buka FB lalu melihat teman saya di tag dalam sebuah status dimana terdapat berita bahwa ada teman mereka yang meninggal karena melahirkan.

Kebetulan kemarin saya juga membaca tag yang sama mengenai ibu ini yang mengabarkan bahwa dia sedang dalam kondisi koma. Lalu hari ini meninggal dunia.

Ibu muda ini meninggalkan seorang bayi perempuan sehat. Jadi bayi perempuannya lahir sehat dan selamat tapi ibunya mengalami komplikasi sehingga koma dan akhirnya meninggal. Baru saja kemarin ketika mengetahui berita tentang ibu muda koma ini saya membatin … sungguh kasian sekali dan miris rasanya bayi perempuannya tidak mendapatkan ASI ibu kandungnya bahkan belum mengenal ibu kandungnya. Dan semoga keluarga bayi ini mengerti akan pentingnya ASI bagi bayi lalu mencarikan donor baginya.   

Lalu hari ini saya membaca lagi tag dari  orang yang sama mengabarkan bahwa ibu muda ini akhirnya meninggal.
To be honest…saya tidak kenal siapa bayi perempuan ini dan siapa ibunya tapi saya merasakan duka yang sedalam-dalamnya. Tidak mendapatkan ASI sama sekali saja rasanya sudah menyedihkan apalagi ibunya meninggal.

Rasanya berat sekali ketika mengetahui fakta bahwa someday Ketika bayi perempuan ini mulai mengenal siapa saja sosok di dekatnya dan tidak ada kata mama/ibu disana. Bisa saja dia memiliki ibu angkat,tapi itu tidak akan berhenti disana ketika bayi ini mulai mengenal konsep kandung,adopsi,angkat,sepupu…dan menyadari bahwa ibu kandungnya sudah pergi ke surga pasti suatu kenyataan yang sangat berat bagi perkembangan psikologisnya.

FYI,ibu muda ini koma setelah melahirkan secara caesar.
                                                      
Saya pernah membaca quote “menjadi ibu,artinya kita harus siap untuk menghadapi apapun” tapi mari saya perjelas lagi…
Bagi saya…apapun cara melahirkannya (normal/caesar) “menjadi ibu artinya kita harus siap berhadapan dengan kematian”
Bukan hanya pada saat melahirkan tapi justru dari pertama kali kita tahu bahwa kita mengandung.
Pertama kali kita tahu bahwa kita mengandung,artinya
Apakah janin ini akan kuat melewati semua trimester ?
Apakah ibu akan kuat dan siap menghadapi pertumbuhan janin dalam kandungannya?
Apakah bayi ini akan selamat ketika dilahirkan?

Saya benar-benar merasakan aura kematian justru ketika melahirkan. Nobody knows rasa sakit yang saya rasakan. Hanya saya dan Tuhan yang tau seberapa besar rasa sakit yang saya rasakan.

Saat itu saya merasakan akan mati karena kesakitan yang amat sangat. Bukan karena melahirkan. Dan jika saya mati saat itu karena tidak kuat Menahan sakit saya yakin bayi saya masih dapat diselamatkan segera dengan tindakan operasi apalagi kondisi Kina saat itu sangat sehat dan kuat. Jika jantung saya berhenti,Kina masih bisa hidup dari plasentanya dan dikeluarkan dengan segera dari tubuh mati saya dengan operasi.

Tapi disela-sela sakit yang saya rasakan dan hampir menyerah saya berpikir jika saya meninggal,kemungkinan besar Kina tidak dapat ASI karena keluarga kami belum mengenal donor ASI dan masih percaya dengan kehebatan susu kaleng. Lalu ketika dia besar dan tidak merasakan kasih sayang ibu kandungnya alias saya itu akan berdampak buruk bagi perkembangan psikologisnya. Well…bisa saja papanya menikah lagi dan Kina punya ibu tiri,tapi kembali lagi bahwa tidak ada kasih sayang setulus Dan sehebat ibu kandung. Belum lagi dampak lainnya yang tidak berani saya pikirkan. Pada dasarnya saat itu saya tidak ingin meninggalkan putri kecil saya di dunia. Belum saatnya saya menyerah. Masih ada opsi lain yaitu caesar. Kemungkinan besar saya bisa selamat dan mengurangi resiko Kina terlalu lama di dalam rahim yang ketubannya sudah pecah dengan berbagai macam intervensi cairan induksi.

Sayapun meminta caesar…apakah pergumulan saya selesai? Sama sekali belum. Hahaha saya harus bisa legowo dengan kenyataan bahwa saya tidak bisa melahirkan normal. Menerima bahwa akan parutan bekas sayatan operasi di perut saya. Dan segala hal lain tentang caesar. *im not thinking about the money,karena memikirkan banyaknya uang yang akan dikeluarkan ketika kita berhadapan dengan nyawa Adalah suatu hal bodoh dan sangat matrealistis serta dangkal dalam menghadapi hidup*.

Lalu sayapun berusaha legowo disela-sela kesakitan yang hebat dan berdoa agar saya dan Kina selamat keluar dari ruang operasi.
Dan lebih bersyukur lagi karena melihat banyak dan tingginya kasus kematian karena caesar di Indonesia.

kematian seorang ibu ketika melahirkan memang tidak bisa dihindari karena mati jodoh dan rejeki itu adalah Kuasa Tuhan. Kalau Tuhan berkehendak sekalipun kita sudah memilih jalan untuk tetap hidup,mau bagaimana lagi?… tetapi selama Tuhan  masih memberikan kesempatan pilihan yang lebih baik,bukan hanya bagi diri kita sendiri tapi juga orang-orang di lingkungan sekitar kita,why not?

And here i am, saya bisa merasakan indahnya masa menyusui,melihat Kina tertidur lelap,menyaksikan setiap langkah perkembangan setiap hari,menjadi seorang ibu,melihat senyumnya…..suatu hal sungguh berharga daripada mati sia-sia malam itu karena bertahan ingin melahirkan normal.                                          

Note :
Turut berduka yang sedalam-dalamnya bagi ibu muda (di berita Facebook) dan bayi serta suami&keluarga yang ditinggalkan. Semoga Tuhan memberi kekuatan dan memberkati kehidupan keluarga ini seterusnya. Terutama bagi anak-anak ibu muda ini. Semoga selalu dilindungi Tuhan.
AMIN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s