Almost One

Terasa sekali my Kina sebentar lagi umur satu tahun. Saya bilang terasa sekali karena tidak pernah lebih dari 2 jam saya meninggalkan Kina dengan orang lain/pengasuh. I saw her every milestone in my life.

So whats your plan mommy?
Ga ada. Mungkin kami hanya akan merayakannya dengan cara yang sederhana dengan mempertimbangkan bahwa Kondisi ekonomi saya dan papanya Kina benar-benar sedang tidak stabil. Sehingga rasanya sayang bagi saya untuk merayakan besar-besaran apalagi pake ngundang-ngundang. Sesedikit apapun materi yang saya dapat saat ini mending saya tabung untuk biaya sekolah Kina.
                                              
Saya merasakan betul sejak menjadi seorang ibu,banyak hal yang terjadi dalAm hidup saya berubah diluar kendali.
Mulai merasakan ada yang bergerak dalam perut saya,badan membengkak seperti paus,melahirkan dengan cara caesar berteman jarum suntik selama 5 hari,menyusui dan lain sebagainya.

Saya harus belajar untuk berkompromi dengan semua perubahan pada diri dan dalam hidup saya. Lepas dari idealisme. Simpan sejenak mimpi-mimpi.

Hadirnya Kina dalam hidup saya telah mendidik saya dengan cara yang berbeda. Biasanya saya dididik oleh org tua ,guru dll. Tapi kali ini saya diajari tentang kehidupan oleh seorang bayi perempuan.
Seperti,

1. Disiplin.
Mendisiplinkan diri dalam semua kegiatan saya termasuk bekerja. Apapaun yang saya lakukan harus terjadwal,tidak boleh molor karena Kina menunggu. Ada Kina yang harus saya susui dll.
Mengerjakan sesuatu pun harus cepat,benar,teratur dan terarah,selelah apapun saya setiap waktu saya manfaatkan. Bisa mainan hp/me time kalau pas kerjaam rumah dan kerjaan pribadi bener-benar selesai semua dan Kina lagi bobo.

2. Merawat seseorang
Dalam hal ini bayi. Tidak pernah dalam Hidup saya,saya mendedikasikan semua insting alami untuk mengetahui kebutuhan seseorang. Ketika merawagt papanya Kina pas kecelakaan saja,saya bertanya. Maunya apa,gimana,beres. Tapi dengan Kina,saya bertanya jawabnya cuma satu “baby language”. Aaa eee oooo ngeeek huwaaaa baa baaa blaaamweeehh.  Bahkan saya belum pernah belajar bahasa bayi seumur hidup saya.  Saya harus meredam emosi jika tidak mengerti bahasa bayinya Kina artinya apa dan saya belum bisa memenuhi kebutuhannya.                                  

3. Tidak egois
Saya belajar untuk tidak egois terhadap kebutuhan orang lain. Ketika saya harus keluar rumah tanpa Kina,saya harus memastikan dia aman nyaman kebutuhannya terpenuhi baru saja berangkat. Kalaupun diluar saya makan atau minum,saya selalu mikir Kina lagi apa? Sudah makan biskuitnya belum? Haus tidak saya tinggal? *walaupun sudah saya sediakan minum juga*

4. Belajar sabar
Ada kalanya saya jenuh dengan kehidupan rumah tangga,dirumah,terkucil dari dunia luar,kalau pengen jalan-jalan walaupun bawa Kina tetap merasa bersalah. Terkurung dirumah,sekali keluar rutenya gereja dan rumah sakit tok membuat saya jadi sering mengelus dada ketika mendengarkan cerita papanya Kina (yang waktu itu masih bekerja),di daerah ini ada A,disitu ada makanan enak,disana ada B dll dkk.
Apalagi kalau papanya Kina eror komunikasinya lagi kumat. Well helloooo ada apa diluar sanaaaa,saya disini ga update lhoo.

5. Mengasah naluri sebagai orang tua
Naluri saya sebagai orang tua memang sudah terasah dari dulu karena saya bekerja sebagai pengajar,jadi murid/mahasiswa saya sudah saya anggap anak sendiri. Tapi Kina kan lain,dia anak saya 24 jam bersama saya,setidaknya sampai dia mampu melindungi diri dan mandiri,saya harus terus siaga melinduNginya dari berbagai macam hal di dunia yang sekiranya akan mengancamnya. Setiap tindak tanduk kina dan tindak tanduk orang di sekitarnya saya amati dengan hati-hati. Setiap pilihan dalam hidup saya yang melibatkan Kina saya pertimbangkan dengan hati,empati dan naluri saya sebagai orang tua,sebagai ibu. Bahkan kadang sebagai ayah kalau papanya Kina sedang sibuk dengan dirinya sendiri.

Well poinnya dalam waktu setahun ini,

I raise her and She raise me.

Kami berdua berusaha saling memahami,  saling mengenal satu sama lain,sama-sama mempelajari hal baru dan semuanya bersama.

I’m her first friend
I’m her first hug
I’m her first kiss
I’m her first laugh
                          
I’m her mommy

image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s