ASI versus Sufor – I apologize

Dalam blog ini, saya sebagai seorang ibu ingin meminta maaf kepada Ibu-ibu yang memberikan putra/putrinya sufor (selanjutnya akan saya sebut: bunda sufor) yang merasa kesal karena saya selalu menulis artikel mengenai ASI/men-share artikel ASI di berbagai media sosial yang saya miliki.

Saya disini sama sekali tidak bermaksud memojokkan para bunda sufor sekalian. Artikel/tulisan yang saya publish tidak pernah mengintimidasi atau memojokkan anak sufor.

Dan saya mohon,bunda sufor bisa membedakan antara fanatik dan “ajakan positif”.

Saya mempublish kehebatan ASI dan menulis mengenai ASI, murni semata-mata untuk mengajak para bumil/bunda untuk mau&berusaha memberikan putra-putrinya ASI minimal sampai 6 bulan. After that, mau dicampur sufor/susu lainnya silahkan , tapi tetaplah memberi ASI walaupun di malam hari walaupun terbatas.

Keaktifan saya mempublish dan menulis artikel mengenai ASI, bukan karena semata-mata saya fanatik ASI lalu tidak mau memahami alasan bunda sufor memberikan sufor kepada bayinya. Tapi karena :

1. Penelitian/riset membuktikan jika ASI yang terbaik untuk bayi. Saya ini dosen. Jadi saya percaya betul dengan yang namanya riset.

2. Saya melihat orang-orang jaman dulu , alias orang tua dan kakek nenek kita banyak yang panjang umur&sehat. Jaman dulu belum ada sufor kan ya. Malah minum ASI dan air tajin.

3. Saya sendiri sudah membuktikan kehebatan ASI pada anak saya selama masa menyusui ini.

4. Saya realistis.

– Rasanya koq ya eman-eman membuang uang banyak untuk suatu hal yang belum dibuktikan riset&kebenarannya.

– alasan bekerja : banyak ibu bekerja yang tetap bisa memberi bayi ASI ekslusif sampai minimal 6 bulan. Sekarang ini Berbagai macam cara bisa ditempuh seperti : Kurir ASI,membekukan ASI, pompa, cooler bag dll. Bahkan yang bekerja antar pulaupun saya pernah baca ada yang share pengalaman kurir ASI antar pulau. Seandainya bekerjanya beda benua, kalau punya uang lebih naikkan pesawat lah ya, atau minta ibu susu yang sehat.

– ASI tidak keluar/ibu penderita HIV *amit2* : Ini memang 1 dari 10 kasus. Sudah ada donor ASI. Bisa minta dari saudara yang sedang menyusui.

– anak adopsi :
sekali lagi, saya pernah membaca yang namanya metode “induced lactation”, seorang ibu bisa menyusui dari ASInya sendiri walaupun anaknya anak adopsi.

– ASInya kurang banyak.
Bu, ASI itu prinsipnya supply and demand. Ada lho ibu yang punya anak kembar bisa menyusui anaknya ASIX dengan metode ASIP (istrinya irfan hakim-artis Indonesia) bisa menyusui bayi kembarnya. Kalau memang berasa ASI sedikit, sering-seringlah menyusui.

– anak ga mau nyedot susu.
Bisa dicari penyebabnya apa dan jauhkanlah dari penyebab itu. Salah seorang blogger dari singapore pernah mengemukakan bahwa bayinya tidak mau menyusu langsung / gagal latch on, akhirnya diapun memerah / memompa ASInya sampai selama 6 bulan supaya bisa memenuhi kewajibannya sebagai ibu menurut standar WHO.

Ya…ya…yaaa saya tahu saya sekarang dianggap kebanyakan omong, atau mungkin bunda sufor memikirkan “iya, lu bisa ngomong gitu soalnya ASI lu keluar”. Well…no hard feelling buat saya sih. Yang jelas sayapun sebagai ibu menyusui, untuk survive menyusui sampai sekarang anak saya hampir 7 bulan juga ga gampang lempeng gitu aja.

Sayapun pernah ada di era, saya melahirkan caesar jadi susah untuk nyusui sambil duduk, lalu payudara mastitis, baby blues, masalah rumah tangga muda dan sayapun harus mengolah pikiran&hati supaya ASI saya tidak berhenti karena stres, juga peralihan status pribadi dari seorang perempuan bekerja di kantor menjadi bekerja dirumah sambil menjadi ibu.
Memangnya menyusui segampang menyodorkan payudara saja?

Saya resign dari pekerjaan saya sebelumnya salah satu alasannya karena saya ingin menyusui selama 6 bulan.

Saya hanya sangat menyayangkan ibu yang ASInya keluar tapi koq malah memberikan sufor ke bayinya sementara di sisi lain banyak bayi / orang tua yang ingin anaknya minum ASI. #ibu macam ini yang sebetulnya menjadi target utama kampanye ASI saya.

Yang perlu saya tekankan disini, sufor nutrisinya memang tidak sebanding dengan ASI *riset*.
Rasanya mengetahui kehebatan ASI yang luar biasa ini, koq sayang sekali kalau saya tidak aktif mengajak para mommy untuk menyusui.
Apalagi manfaat menyusui tidak hanya untuk bayi tapi juga ibu/perempuan (terhindar dari kanker payudara dll).

I care about my children, care about you and care about them.

Saya tetap proASI dan semoga saya ASI saya tetap terus keluar untuk adik-adiknya Kirana nanti. Amin.

PS : kalau tidak suka dengan artikel ASI saya, silahkan bunda sufor unfollow/unfriend semua media sosial saya,dan tidak usah baca blog saya soal ASI. Masih banyak artikel menarik lainnya koq hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s