Me or baby sitter Kina ?

ME !!!! Jawabannya tetap ME ! Harus saya dan tetap saya.

Dirumah yang saya tinggali ini, tersedia 2 pembantu / ART yang siap sedia mengasuh & menolah keperluan Kina sehari-hari kalau diperlukan. Tapi saya jaraaanngg banget minta bantuan mereka.

Dulu awal-awal saya melahirkan caesar, mencuci&menjemur&menyetrika pakaian bayi masih ART. Setelah Saya kuat sekitar 3 bulan, semua itu saya dan suami yang bahu membahu mengerjakan saling bantu.
Alasannya sih sederhana ya, kita tidak bisa mengontrol kebersihan ART yang kerjaannya seabrek ngurusi rumah&orang-orang rumah. Bisa aja habis pegang sapu&baki sampah trus ngejemur pakaiannya Kina yang sudah kering di mesin cuci, adooohh. Yah intinya saya memang menghindari kejorokan-kejorokan semacam itu terjadi. Tau sendiri ya, ngurus bayi itu ga bisa sembarangan.

Begitu juga dengan mengasuh. Kalau saya benar-benar lagi ga bisa ngasuh Kina (mandi misalnya), saya titipkan Kina sebentar ke hubby atau orang tua saya. Bukan ART. Sekali lagi karena alasan kejorokan sih. Pernah sekali dua kali saya perlu banget bantuan ART karena hubby di kantor&mama lagi ga ada. Sebelum ngasuh Kina, saya minta ART untuk mandi bersih, pakai baju bersih (habis disetrika), bukan baju yang sudah digantung terus dipakai lagi. Baru deh ngasuh Kina. Itupun ga lama, saya ga tega Kina se-bayi itu lama-lama sama ART.

Begitu juga dengan mandiin Kina, harus saya atau hubby atau mama saya.

Sekarang Kina MPASI ?

Yang belanja emang ART di tukang sayur langganan karena tiap hari pasti beli bareng ama kebutuhan keluarga. Tapi yang nyiapin, mengolah dan menyajikan sampai cuci peralatan semuanya saya. kalau saya lagi di dapur, ART tidak saya bolehkan beaktivitas memasak juga. Gantian🙂

Untuk urusan mengasuh anak, sebetulnya bukan hanya karena kebersihan juga sih, tapi lebih kepada pola pikir dan kebiasaan. Kina kan masih dalam golden age ya, apalagi bayi gini, saya ga pengen dia salah asuhan. Jadi apapun hal baru yang disampaikan ke Kina, kemampuan interaksi dan lain-lain semua saya amati dengan hati-hati. Jangankan ART, kalau diasuh sama eyang kakung / utinya aja kan jelas beda ya pola asuhnya. Apalagi kalau sama ART yang jelas latar belakangnya beda banget. Saya ga pengen jadi emak yang cuma bisa ngeluarin duit&kasih fasilitas tok, tapi apa-apa progress dan keberhasilan semuanya diserahkan ke tangan babysitter&guru.

However , supporter anak terbesar adalah Ibu. Ada masanya nanti ketika saya akan bisa istirahat tapi sekarang Kina masih membutuhkan saya sebagai sahabat,supporter dan pelindungnya.

Yep…Jadi walaupun dirumah saya penuh dengan fasilitas yang membantu, memang dalam mengasuh Kina, faktanya saya tidak mau memanjakan diri saya dengan adanya ART/babysitter/pembantu/nanny.

Mereka ada dirumah ini untuk membantu menyediakan keperluan saya&anggota rumah orang dewasa lainnya. Jadi saya punya banyak waktu untuk mengurus Kina.

I love my Children🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s