Krisis Moral

Krisis moral itu terjadi ketika suami tidak menghargai istri yang tidak bekerja di kantor.

Suami bekerja dengan dalih mencari nafkah. Setiap hari kerja selalu bekerja lembur hingga 2 jam lebih dari jam kontrak kerja (8am-5pm) tanpa dibayar lembur.
Terkadang harus mengorbankan waktu keluarga di akhir pekan untuk bekerja.

Pertanyaannya:

1. Apakah bekerja lembur tanpa dibayar bisa dikategorikan sebagai loyalitas karyawan?

2. Atau perampokan tenaga?

Istri dirumah,selama 24 jam 7 hari seminggu. Mengasuh bayi berusia kurang dari 6 bulan yang masih harus menyusu setiap 2-3 jam tidak peduli waktu,mengasuh dan menghibur ketika si bayi terbangun ditambah mengerjakan pekerjaan rumah tangga lain.
Malam hari tetap bangun&siaga,menyusui, memeriksa pakaian bayi yang basah sementara suami tertidur lelap tiap malamnya dan harus dibangunkan jika istri sudah terlalu lelah bekerja 24jam 7hari seminggu.

Pertanyaannya:

1.apakah hal yang dilakukan istri ini tidak dikategorikan bekerja?

Bahkan tidak memiliki waktu untuk diri sendiri dan masih bisa melakukan bisnisnya untuk membantu pendapatan rumah tangga.

Sekarang pertanyaan besarnya :

1. perbandingan sebutan bekerja antara suami dan istri dalam ilustrasi di atas bagaimana?

2. Banyak istri atau suami jam kerjanya?

3. Apakah bisa menyalahkan istri? yang terlalu lelah mengurus suami karena sudah mengurus bayi yang sangat menyita waktu tanpa dibantu suami yang tiap hari kerja lembur sampai malam hari dan sampai dirumah tinggal mandi makan tidur sembari menunggu dibangunkan istri untuk membantu mengganti popok.

4. Dalam ilustrasi di atas, mana yang seharusnya pada malam hari kehabisan tenaga untuk siaga? Istri yang bekerja 24jam 7 hari seminggu atau suami yang bekerja 10 jam perhari kerja?

YA !!

Krisis moral terjadi,ketika pekerjaan suami menjadi dalih dalam melalaikan kebersamaan pernikahan, baik dalam mengasuh anak maupun membina hubungan.

Krisis moral terjadi ketika bekerja lembur tanpa dibayar.

Krisis moral terjadi ketika kejujuran tidak diutamakan dalam keluarga.

Krisis moral terjadi ketika egoisme berkumpul bersama teman kantor mengalahkan berkumpul bersama keluarga.

Krisis moral terjadi ketika hanya memikirkan uang tanpa memikirkan aspek sosial.

Krisis moral terjadi ketika, seorang laki-laki yang tega meninggalkan anak perempuannya demi harga diri dan keegoisan pribadi yang diakibatkan orang-orang di belakang laki-laki ini yang memberikan contoh hanya mengukur semuanya dari materi/uang tanpa mengedepankan etika sosial.

Krisis moral terjadi ketika seorang laki-laki hanya bisa pulang sedikit lebih cepat dari jam lemburnya karena anak sakit atau ada jadwal nongkrog bersama teman/main futsal.

Faktanya… kantor uang berawalan huruf “D” di negara ini yang mengakibatkan

Seorang bayi yang baru beberapa bulan lahir ke dunia harus kehilangan sosok ayahnya bahkan sebelum dia bisa mengenali ayahnya…

Mereka dan semua orang dibelakang laki-laki ini semoga diberkati Tuhan untuk kembali ke jalan kasih yang benar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s