Alergi pada bayi

Baru-baru ini Kina alergi. Dari mulai merah gatel sampai muncul sedikit sekali bercak pada BABnya. *salah satu keuntungan no disposal diapers adalah kita bisa cek kesehatan anak lewat BABnya pada saat membersihkan celananya sesedikit apapun bercaknya*

Hari itu as usual, Kina BAB, BAB subuh dan jam 10an biasa saja. Lalu sekitar jam 11.30 , BAB lagi dan ada bercaknya. Kagetlah saya, lalu nah daripada ngambil sampel karena bercaknya sedikit sekali, maka BABnya saya foto. Kemudian saya tunggu sampai BAB lagi sekitar pk.15.00. Kali ini BABnya normal dan hanya muncul lendir bening sedikit dengan titik bercak yang sangat sedikit pula.

Ketika BAB, ekspresi Kina seperti biasa. Tidak kesakitan dan tidak terganggu.

Karena saking sedikitnya&Kina tidak terlihat kesakitan itu maka saya sebagai mommy yang gampang panik, agak tenang. Sambil nunggu hubby pulang kantor, saya amati lagi. BAB selanjutnya sudah bersih hanya BAB tanpa bercak. Setelah hubby pulang kantor, Kina saya bawa ke dokter Endang Tatar spesialis anak.

Berat badan Kina naik banyak, kondisi badannya sehat dan pertumbuhannya bagus setelah diperiksa dokter.

So Menurut diagnosa DSA, Kina alergi. Lhah koq bisa alergi? Padahal makanannya kan baru ASI.

Jadi…ternyata bayi ASI terkena alergi melalui makanan yang ibunya makan.

Setelah kami berdiskusi panjang lebar mengenai makanan apa yang saya makan selama sebelum Kina BAB berbercak, DSA mendapat kesimpulan bahwa Kina alergi karena terlalu banyak protein yang masuk ke tubuh saya.

Akhir dari konsultasi ini bukan obat *thanks God*. TAPI saya yang harus diet beberapa makanan sementara selama 1-2minggu seperti susu, telor, ikan dan kacang-kacangan untuk melihat Kina alergi apa.

Praktis ya, selama beberapa hari protein yang saya dapat hanya dari Daging sapi dan ayam.

Pulang dari DSA,Mulai malam hari sampai hari berikutnya dan seterusnya BAB Kina sudah benar-benar bersih tanpa bercak which is mean hanya 2x saat siang hari itu *ngajak main tok ke dokter ni anak*

Pelajaran bagi saya sebagai ibu menyusui…
Memperhatikan KESEIMBANGAN gizi makanan.
Jangan melulu protein berturut-turut atau mineral berturut-turut. Semuanya kandungan gizi protein, karbohidrat, mineral dll harus seimbang.

Memang ya, walaupun baik tapi yang namanya kelebihan itu tetap juga ga bagus hasilnya.

Kina sehat selalu , Ibu senang🙂

Artikel lengkap mengenai alergi pada bayi bisa dibaca di web AIMI ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s