Operasi Caesar

Kalau kemarin saya bercerita mengenai proses melahirkan dari awal sampai akhir. Sekarang saya mau bercerita khusus ke proses sesarnya aja.

Buat ibu-ibu yang terpaksa harus melahirkan caesar supaya ga jiper ngadepin caesar.

Dalam keadaan normal, alias direncanakan jauh-jauh hari, pasien operasi caesar sudah harus standby dirumah sakit sehari sebelum operasi dan menjalani puasa serta bertemu dengan dokter anestesi lalu pengontrolan hb, tensi dll supaya stabil. Caesar adalah operasi besar.

Tapi pada kasus saya, semua itu tidak saya jalani sehari sebelumnya namun beberapa jam menjelang operasi *HAHAHA*

Jadi setelah kejadian “Whats wrong with my body?!?!” alias ketuban pecah dini, pembukaan lambat dan induksi gagal disini.

Sayapun memutuskan emergency caesar sajah, which is only 2 jam sebelum operasi berlangsung.

Operasi direncanakan berlangsung pada pukul 22.00. Hubby menandatangani keputusan caesar jam 21.00. Dan setelah muntah hebat karena kesakitan induksi, saya baru tau kalau sebelum operasi saya harus puasa! Padahal abis muntah, mau minum buat bersihin mulut. Langsung deh susternya teriak-teriak, jangan minum!

Astaga…akhirnya saya hanya kumur-kumur tok sodara *hiks

Setelah hubby tanda tangan, mulailah persiapan caesar saya dimulai.
Pertama saya sudah dalam keadaan diinfus, lalu *maaf* cukur bersih bulu-bulu yang menggangu di sekitar area operasi nantinya, kemudian saya dipasangi kateter.

Lalu setengah jam sebelum operasi. Saya dipindahkan ke kasur lain untuk dibawa ke ruang operasi. Sampai di ruang operasi, baju saya digantikan oleh suster dan saya pindah kasur lagi dibantu karena sudah kehabisan tenaga 24 jam kontraksi.

Nunggu sekitar 1 jam karena DSOG terlambat datang, *waktu itu hujan deras angin badai di solo* dengan masih kesakitan hebat sisa-sisa induksi.

DSOG datang, saya dibawa ke ruang operasi. Berasa di film ER! Dengan lampu-lampu besar di atas dan peralatan-peralatan operasi. Semua yang ada disana cuma pernah saya lihat di film! Baru kali itu mengalami sendiri. Plus AC yang dingin banget.

Kemudian tangan saya diterlentangkan di penyangga tangan. Lalu saya didudukkan untuk disuntik di punggung obat bius oleh dokter anestesi.

Setelah itu saya ditidurkan lagi, dan dsog bertanya “takut bu?”.
Saya jawab “engga dok”.
Dalam hati saya, saya lebih takut bayi saya kenapa-kenapa kalau ga segera lahir juga.
Lalu tim operasi yang terdiri dari dokter anestesi, dokter anak, dokter kandungan dan para asisten perawatnya masing-masing berkumpul di sekeliling saya dan memulai dengan doa supaya operasi berjalan lancar.

Perut ke bawah saya sudah mulai mati rasa. Kemudian terdengarlah suara ting…ting peralatan operasi. Dan Dsog pun bertanya lagi “sakit bu?” , untuk ngecek bius, kayaknya perut saya mulai dibuka. Saya jawab engga, manteb ini bius. Bahkan kontraksi sisa induksi pun tidak saya rasakan.

Lalu dimulailah proses pembedahan itu, dan sayapun iseng bertanya “dok, irisanya diagonal atau horisontal?” untuk mencairkan ketegangan saya. Hahhaha
Dan dokter&suster, yang standby disebelah saya sambil mainan hp pun tertawa.

Lanjut…sambil membuka dan menyayat-nyayat perut saya, dsog dan perawat asisten ngobrol soal jual beli mobil kuno. Hahaha

Dokter anak kemana? Oh beliau menunggu di luar ruangan siap-siap menanti bayi.

Tak lama saya dengar suara seperti menyedot sesuatu..sroottt…srootttt
Lalu saya bertanya itu suara apa? Dan suster mengalihkan perhatian saya, dengan menjawab itu bunyi hp dokter yang di sebelah saya. (-_-!)

Kemudian tak lama 15 menitan, bayi perempuan mungil sayapun lahir. Lalu ditunjukkan ke saya masih dengan sisa-sisa ketuban dan plasentanya.

Karena operasi dilakukan mendadak,ketuban baby boo sudah pecah dini&suhu ruangan yang dingin *intinya semua kelelahan termasuk dokter karena operasi dilakukan tengah malam hujan deras badai*, maka kami tidak bisa melakukan IMD.

Lalu baby boo dibawa untuk dibersihkan, dan suster yang menemani sayapun mendorong perut saya kebawah untuk saya tidak tahu apa…(mungkin mengeluarkan sisa-sisa plasenta) tapi yang jelas setelah itu saya mengantuk dan tertidur kelelahan.

Ketika saya bangun, penjahitan irisan operasi masih dilakukan sedikit lagi *belum selesai*, lalu beberapa saat kemudian Dsog pun menyudahi operasi dan menyelamati atas kelahiran bayi saya.

Sayapun dipindah lagi ke kasur lain dengan keadaan masih terbius perut ke bawah&setengah sadar. Diungsikan ke ruangan lain untuk diobservasi sekitar 30menit-1jam.

Selama proses observasi, saya ditunggui oleh salah seorang suster sambil melengkapi data administrasi & memantau saya. Sambil terkantuk-kantuk kelelahan, suster menyuruh saya mencoba menggerakkan kaki. Tapi tidak terasa, pengaruh obat biusnya masih ada bok…

Hubby menunggu saya dibawa keluar, dan sayapun melihatnya menanti saya di jendela ruang operasi sambil ngantuk berat.

After that, about an hour sayapun dibawa keluar dan dipindahkan ke another bed rawat inap, lalu dibawa oleh 2 suster&didampingi hubby menuju ke kamar rawat inap *i miss my baby boo so much*

Sampai di kamar rawat inap, saya masih diinfus vitamin dan mama saya sudah menunggu sambil ngantuk.

Saat itu jam 3 pagi, dan saya ngantuk tapi ga bisa tidur pulas. Akhirnya menghabiskan waktu dengan lihat foto-foto baby boo waktu dibawa ke kamar bayi.

Menjelang pagi saya baru bisa tidur dan belum boleh makan dulu. Siangnya baru saya bisa makan bubur halus.

Baby boo, dibawa ke kamar saya setelah saya dimandikan oleh suster dan setelah baby boo juga mandi & dijemur matahari sekitar jam 9.00. Mulai deh setelah itu kami berdua soulmate rooming in belajar latch on.
Malamnya setelah baby boo ganti baju, kami pun bedding in.

Oh y bagaimana dengan rasa sakit setelah obat bius hilang? Yang jelas rasanya pasti sakit, tapi yang saya rasakan tidak suakit buangetlah apalagi setelah ketemu Kirana.

Bahkan malamnya ketika bedding in saya sudah bisa miring kiri dan kanan walau masih ngilu buat nyusui Kirana. *Mungkin karena ini makanya saya dan Kina ga perlu belajar menyusui sambil tidur karena pertama belajar udah sambil tiduran-posisi favoritlah*

Selama 3,5 hari pasca caesar saya di rumah sakit, saya terus melatih otot peristaltik supaya bisa luwes lagi dan merawat Kina sampai dirumah. Walaupun memang belum full tapi saya ga boleh manja terhadap diri saya karena masih punya tanggung jawab.

Selama di rumah sakit, suster bergantian datang menyuntikkan obat&mengganti infus. Hari ketiga infus saya dilepas dan obat mulai dikurangi. Kateter juga dilepas dan saya boleh mulai mandi sendiri *langsung keramas deh eike*

Siang hari keempat sebelum pulang, Perban saya dibuka dan diganti dengan perban plastik anti air. Jadi biar saya bisa mandi gebyur dirumah.

Siang harinya saya pulang, dengan berjalan gagah berani sambil menggendong Kirana masuk rumah.

Pesan dokter ,
Saya harus tunggu 3 bulan untuk bisa sit up & hamil lagi.

So, Selama kita tahu batasan diri dan berani untuk melatih diri pasca operasi, rasa sakit itu tidak akan terasa walaupun aslinya suakit buanget. Hahahah

Bukan operasinya yang bikin ngeri tapi habis operasi itu yang WOW!

Total di tahun 2013 ini saya merasakan yang namanya :

– rawat inap dan diinfus dirumah sakit.
– operasi bukan bedah minor tapi langsung operasi BESAR.
– melahirkan
– punya anak

yang kesemuanya belum pernah saya rasakan selama 26 tahun hidup saya sebelumnya.

So buat ibu-ibu yang terpaksa akan melahirkan caesar. Dont worry be happy, caesar sekarang ini sudah jauh maju pengetahuannya dibandingkan dulu, jadi santaikan diri anda dan jalanilah dengan tenang.

Dan jangan juga terpengaruh dengan judgement lingkungan yang memberikan penilaian bahwa ibu yang melahirkan caesar cari mudah dalam melahirkan.

Tambahi pengetahuan anda dengan informasi bahwa melahirkan caesar itu: perut&7 lapisannya dirobek&rahim juga dirobek (kalau alami yang robek cm vagina tok, rahim&lapisam perut masih aman) dan karena caesar adalah tindakan operasi BESAR maka jika dilakukan jangankan berkali-kali, sekali saja jika tidak kuat akan menurunkan ketahanan tubuh Ibu.

Justru melahirkan caesar itu resiko meregang nyawa&turunnya kesehatan (kalau ga pandai hidup sehat seimbang) lebih besar daripada melahirkan lewat vagina. Ibu caesar rela mengalami hal itu, supaya bayi bisa keluar/lahir dengan sehat tanpa implikasi medis.

Begitulah pengalaman saya operasi caesar, buat saya operasi caesar itu ga lebih sakit dari induksi. Sumprit diinduksi itu jauh lebih sakit daripada caesar bookk…

Dan 2 minggu setelah operasi, saya sudah nyetir mobil lagi. Lalu 7 minggu setelah operasi saya sudah bisa seimbang naik motor lagi.

Oh y, FYI kalau soal biaya, ga usah ditanya deh, bisa 2-3x lipat daripada lahir secara normal. Tapi kalau sudah soal kelahiran anak&nyawa, jangan pikirkan itu, setiap bayi bawa rejekinya masing-masing…

5 thoughts on “Operasi Caesar

  1. Baca postingan mbak bikin kecemasan saya soal operasi caesar jd berkurang, setelah bbrp kali nemuin blog yg membahas ttg operasi caesar itu menakutkan. Terima kasih ya mbak..

  2. Kok sama persis yaa kisah caesarnya dengan sayaa,, dari mulai induksi,keputusan caesar yg tiba2, sampai dioperasi di tengah malam pas lagi ujan badai yang ternyata bikin banjir di jakarta januari lalu,, haha…
    Yang penting semuanya sehat ya mbaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s