My Left Hand Story

Lagi pengen cerita mengenai tangan kiri saya yang sangat survive ini. Yoai dong sangat survive ,karena uda pernah “mengsle” , jatoh, kuku lepas dan Puji Tuhan masih sehat dan bisa main biola.

Dulu waktu saya kelas entah ebrapa SD/SMP *lupa, saya pernah mengalami tulang mengsle. Jadi ceritanya waktu itu sedang main di rumah temen yang rumahnya ada arena skateboardnya. Dan jelas aja saya ga jatuh karena main skateboard tapi karena saya lagi duduk nangkring di area skateboardnya *gak keren banget kan*

Nah pas saya lagi duduk nangkring itu, kami besenda gurau, salah satu sahabat saya tertawa sampe ngakak-ngakak dengan tipikal ketawa sambil ngedorongin/mukul2 orang gitu. Kebetulan waktu itu saya yang jadi korban, dia ga sengaja ngedorong saya yang sedang nangkring dengan indahnya dan tanpa keseimbangan sehingga saya jatoh dengan ketinggian 1 meter sambil bertumpu pada tangan kiri.

NAh! entah waktu itu saya yang kegendutan atau memang karena posis badan lagi ga bagus, jadilah tulang siku kiri *yang berjejer 3 itu* bagian tengahnya yang menonjol, keluar dari area !

Mengakibatkan kulit saya menjulur mulur dengan elastis gitu dan tulang yang masih berada di dalam kulit tapi disposisi alias nangkring di tulang sebelahnya😦

saya yang waktu itu panik bin kaget, mencoba mendorong tulang itu masuk kembali ke tempatnya di tengah-tengah sambil sedikit NGILU ! NGILU sodara-sodara! tulang bergeseran dengan tulang itu NGILU !

dan akhirnya kulit saya kembali seperti semula dan tulang saya “kelihatannya” kembali seperti semula. Masih sedikit ngilu tapi setidaknya saya sudah tenang dengan kondisi tulang saya yang berada kembali di tengah , karena kalau sampai itu tulang pindah ke pinggir, maka pasti saya akan dioperasi untuk mengembalikannnya ke tengah.

TAPI….keesokan harinya tangan saya bengkak ! dan mulai sakit banget , akhirnya saya pergi ke UDG sanglah di denpasar dan meronsen tangan saya. Dari hasil rontgen , terlihat bahwa tulang saya masih disposisi sedikit, tapi tidak perlu operasi. Setelah itu dokter yang menangani saya mengajak saya ngobrol sambil mengelus-elus tangan saya dan tiba2 KREK! beliau menjadi tukang urut dan mengembalikan tulang siku saya ke tempat yang seharusnya  *gak sakit lagi bok!!*

setelah itu siku dan lengan saya dibebat selama 1 minggu *huwaaaa

Okeyh !

Cerita selanjutnya

Saya baru bisa naik motor pas SMA kelas 3… dan dengan bodohnya nekad pergi bawa motor ke sekolah sendiri. Yap ! saya selamat sampai di sekolah dan selamat sampai di rumah.

Cuma…pas saya sampai di rumah, saya menemukan sepasang teman saya yang menunggu saya. Jadi teman saya itu excited banget pengen saya yang memboncengkan dia pulang ke rumah karena baru bawa motor *what the hell is on her mind??!!!*

Jadilah setelah saya sampai di rumah, saya mengantar dia pulang, dan belum sampai rumah, karena waktu itu saya masih labil, dan belum bisa mengira-ngira kecepatan, pas di tikungan tajam kami berdua jatoh gedubrak gabruk !😦

Untungnya waktu itu ada pembatas kali, kalau engga kita udah nyebur ke kali. Tapi sialnya, karena stang motornya nyerempet pembatas batu itu, alhasil kuku saya pun bukan patah,tapi lepas ! cokrak ke atas ! LEPAS !

Waktu itu saya pengen pingsan tapi ga bisa, entah kenapa. Jadilah setelah ebebrapa menit ditolongin ama penduduk di sekitar sana, saya dibawa ke UGD lagi buat ngurusin 2 jari saya yang lepas itu.

Sampai di UGD, saya dibius lokal dan masih merasakan bahwa kuku saya dicabut. Jadilah keluar UGD dengan kuku kelingking dan jari manis yang gundul alias ga ada kukunya.

Menunggu 1 bulan diperban dan harus selalu ganti perban dan tidak bisa main piano dengan tangan kiri dulu, kuku saya mulai tumbuh lagi. Dari sini saya tau kalau kuku itu tumbuh seperti ubun-ubun bayi, yang awalnya lunak kemudian melapisi secara bertahap lalu mengeras/siap menghadapi dunia luar. Setelah mengeras, barulah kuku tumbuh keluar bukan ke atas *menebal* lagi. hohoho

Dari dua cerita ini, pelajaran yang bisa saya petik adalah

  1. Kalau baru bisa naik motor dengan stabil alias masih abg dengan usia belasan tahun kebawah apalagi masih dibawah umur u/ dapet SIM, mending GA USAH NAIK MOTOR. Karena kita belum bisa mengontrol emosi yang berlebihan dan belum bisa stabil.
  2. Pilih sahabat yang bener ! Karena percaya ga percaya, teman yang ga sengaja mendorong saya di arena skateboard dan teman yang minta saya mengantar pulang itu adalah ORANG YANG SAMA.  Dan sekarang? dia pergi menghilang entah kemana karena memusuhi saya yang gak sengaja ikut terjebak di antara konflik orang tua, dirinya & pacar backstreet-nya. Ortunya marah ke dia & dia kabur, saya sebagai sahabatnya ikut kena getahnya dianggap menyembunyikan dia padahal saya jelas2 ga tau sahabat saya itu ada dimana karena dia juga memusuhi saya yang menurutnya pro ortunya. Jadi saya berada di tengah-tengah konflik. Astaga! Ngapain juga gua , mending ngurus hidup gua sendiri kali (-_-!)  Sahabat, wherever you are i hope you are find laaa

Okay enough curcolnya, sekarang tangan kiri saya sudah recovery dan baik-baik saja, bahkan selain main piano, sudah 9 tahun belakangan ini saya bermain biola yang notabene lebih banyak dimainkan dengan segala komponen tangan kiri. TUHAN ITU BAIK YA !🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s