Tips menyebar undangan pernikahan

Bagaimana cara menyebar undangan yang efektif dan efisien untuk menghemat dana pernikahan ?

Beberapa waktu yang lalu saya dan cami sempat dilema dengan cara menyebarkan undangan yang jelas-jelas tersebar ke seluruh pulau Jawa dan Bali. Dan bagaimana juga supaya undangan tidak terlalu menyedot budget yang terlalu banyak karena bagaimanapun juga undangan yang dicetak itu adalah suatu bentuk pemborosan, karena setelah dibaca akan berakhir sebagai benda yang expired jika resepsi sudah dilaksanakan, dan karena undangan yang kami pesan juga harganya gak murahan, maka kami merasa sayang sekali jika undangan tersebut hanya teronggok dirumah dan bahkan yang kami undang pun tidak hadir dalam pernikahan kami (-_-!)

Setelah berpikir lama dan melihat-melihat berbagai macam metode penyebaran undangan dari beberapa alternatif di bawah ini:

  1. Bikin website pribadi dan menyebar secara online sehingga teman2 bisa langsung mengakses web tersebut –> ditolak, ada beberapa contoh undangan online yang masih terdaftar di beberapa hosting yang saya kunjungi, bahkan saya yang notabene ga kenal pasangan tersebut, bisa membacanya, bagaimana kalau ada org yang ga kita kenal membaca dan membawa berombong-rombong pasukan datang ke resepsi ? *horor banget rasanya*
  2. Mengirimkan ke semua teman di jawa dan bali yang akan diundang –> kembali lagi ke alasan di atas, kami menikah di jawa, teman-teman di luar pulau jawa yang akan menghadiri bisa saya pastikan akan sedikit sekali, apalagi jika harus mengeluarkan biaya sendiri tanpa saya biayai hehehe dan pastinya undangan yang saya kirimkan akan teronggok di rumah mereka begitu saja tidak berguna, kami berpikir alangkah lebih baik kalau undangan diberikan kepada yang benar-benar akan datang saja.
  3. Mengundang lewat media sosial group tanpa undangan nyata sama sekali –>  ini jg akan dianggap tidak sopan oleh teman-teman karena saya sendiri juga seperti itu, kalau saya mendapat undangan hanya via media sosial group kadang saya malas untuk datang. Seperti tidak menghargai orang sama sekali.

Akhirnya kami berdua mencoba mengkombinasi keinginan kami dan bagaimana caranya membuat orang lain tidak tersinggung , cara kami adalah :

1. Tetap mengirimkan undangan dalam bentuk fisik ke keluarga besar, teman-teman kantor dan teman-teman dekat dan para kolega orang tua kami untuk menghormati&menghargai mereka.

2. Undangan untuk teman-teman biasa atau teman sepermainan, kami data melalui media sosial, saya membuat sebuah media group private di FB untuk mengundang teman-teman, disana saya hanya mencatumkan tanggal dan kota pernikahan saja, karena saya merasa itu informasi awal yang cukup banget bagi para undangan untuk memutuskan datang atau tidak.  Dan hanya teman-teman yang menghubungi saya untuk menanyakan transport dan akomodasi serta memilih “going” atau “maybe” yang akan kami tanyai alamat dan kami kirimkan undangannya secara fisik. Di undangan fisik baru akan tertera secara spesifik waktu dan tempat acara.  Dari cara ini saya juga akan tau, mana teman yang benar-benar peduli atau yang walaupun tidak bisa datang serta merta langsung  mendoakan dan mengkonfirmasi ketidakhadiran dan mana teman yang sebetulnya tidak peduli sama sekali🙂 *menguji ketulusan*

Kami berharap dengan cara ini, kami bisa menghemat pengeluaran untuk undangan dan go green mengurangi kumpulan kertas undangan yang menumpuk di rumah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s