Surat menyurat Pernikahan

Surat menyurat pernikahan saya sudah hampir beres…Baru tau bok, kalau mau nikah itu ngurus administrasi nya ribet banget *apa krn ini negara saya yak?* haha sutralah🙂

Untuk pernikahan kami ini, terdapat 2 jenis surat yaitu Surat2 untuk catatan sipil dan surat gereja yang nantinya juga untuk catatan sipil dan adminsitrasi pernikahan gereja.
Apa saja isinya ?
Untuk catatan sipil itu sendiri, ada form yang namanya N1-N4 , isinya adalah segala macam keterangan mengenai calon pengantin wanita dan pria serta ditandatangani, kemudian ada juga surat pernyataan belum pernah menikah dari CPW dan CPP ditandatangani materai dan surat pernyataan orang tua yang menyetujui pernikahan ini. Heuff banyak kan …

Trus untuk administrasi gereja, ada beebrap surat seperti surat baptis, form pernyataan dari masing-masing paroki, dan berkas-berkas penyelidikan kanonik, serta sertifikat Kursus Perkawinan, dan khusus buat saya bukti suntik serum TT.

dan properti lain seperti ktp saksi nikah dan foto berdampingan pasangan.

Dan kerennya lagi *keren kalau ga mau dibilang ribet!*, kami berdua ini mengurusnya di 4 kota dan 3 catatan sipil ! hahaha Cami terdaftar di paroki jakarta, dan saya terdaftar di paroki malang, kemudian KTP saya masih ktp denpasar dan ktp cami masih ktp malang, dan tempat kami menikah pemberkatan dan catatan sipilnya adalah kota solo ! Hebring banget kan kiteee…!!! Puji Tuhan, semua urusan surat menyurat ini benar-benar dibantu oleh kedua ortu kami, yang tau banget kalau anak-anaknya ini jelas tak berdaya berurusan dengan kantor sipil hehehe
Kami berdua hanya berurusan dengan administrasi gereja-gereja, dan hebatnya lagi si cami mau lhoh ngurusin administrasi gereja di solo, berserta teks misa dan koordinasi dengan romo hehehe *aii loph youu camiii..:)*

P.S : Kalau readers mau melangsungkan pernikahan di beda kota kependudukan seperti kami, lebih baik dari 1 taon sebelumnya udah pasang strategi mengenai wilayah kependudukan dan kalau yang ke gereja segera diurus itu surat-surat gerejanya , menikah secara baik-baik (gak kepepet, gak married by accident) dan mengikuti aturan sewajarnya dan senormalnya itu tidak semudah membalikkan ember lhoh — Kadang-kadang suka ironis melihat mereka-mereka yang menikah krn ada apa2, seakan-akan semua aturan2 yang kami lalui itu tidak berlaku *ktp dadakan, kependudukan dadakan, pengurusan pake amplop sana sini, memanfaatkan jabatan, biar cepet* Hahayyy biarlah everybody has their own path of life, saya dan cami lebih memilih susah & sedikit menahan diri sekarang tapi kebelakangnya lancar dan direstui oleh Tuhan YME daripada keenakan skrg malah  ribet di belakang🙂 Semangat !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s