Talking about valentine’s day

Yup membicarakan hal yang satu ini emang ga ada matinya, sama seperti teknologi, valentines day pun sama halnya seperti pisau bermata dua. Berawal dari mengamati postingan teman-teman saya di FB kemarin on valentine’s day *of courseee*ada yang bilang begini :

Beberapa orang , memposting “Selamat Hari valentineeee” *untung bukan selamat hari raya valentine ! :)  LOL, ada yang memposting pagi-pagi buta, ada yang posting jam 12 malam kaya org ulang tahun *lebay*, ada yang bahkan sampe upload2 gambar jantung-jantung segala *

And some other people said this , “Sekarang valentine day ya, ga punya pacar tuh”, atau ada juga yang menyindir-nyindir begini “haduh ni orang di status fb sok ga peduli ama valentin tapi di broadcast *i dont know is it mail or bbm* membroadcast happy valentine ke semua orang” atau ada yang secara sarcastic menghina-hina hari valentine *mungkin ini orang bete karena jomblo di hari val kali ya*

Saya? saya ndak posting apa-apa, cuma kagum aja ama videonya google *ok ini nanti saya bahas* , saya tidak merayakan hari valentine karena valentine emang bukan hari raya *im an Indonesian people, yang ga punya hari raya valentine* , saya tidak pernah terbiasa dengan hari raya valentine di lingkungan keluarga saya *setiap hari bagi kami adalah hari kasih sayang, berkumpul bersama , lengkap* and to be honest sudah 7 tahun terakhir ini saya gak pernah ber candle light dinner or melakukan hal romantis bersama dengan pasangan di hari valentine *ini sedikit saya sesali karena membuat saya menjadi tidak romantis, tapi juga saya syukuri karena saya bisa merasakan makna valentine yang sesungguhnya justru bukan dari peristiwa fenomenal candle light dinner*

Yeps,depend on that situation on my fb , i realize some little thing ,

  1. Darimana datangnya kebudayaan valentine di Indonesia?
  2. Apakah valentine melulu hanya urusan kado? atau dinner bareng pacar?
  3. Apakah kasih sayang hanya direalisasikan setiap hari valentine saja ?
  4. Apakah kado atau materi sudah bisa mewakili sebuah perasaan kasih sayang?

And here is analisa saya

1. Darimana datangnya valentine? valentine ada karena memperingati hari santo valentinus di roma-italia sana *itu lho negerinya valentino rossi*. Katanya semasa hidupnya santo valentinus sering memberkati pasang-pasangan muda yang ingin menikah tapi dilarang oleh pemerintahan yang sedang berlangsung saat itu , oleh sebab itu santo valentine disebut sebagai santo cinta. dan Hari cinta diperingati setiap tanggal 14 februari. [http://remaja.suaramerdeka.com/2012/02/13/asal-mula-valentine-day/] So, valentines day is coming from roma-italia-eropa?

2. Apakah valentine melulu hanya urusan kado? atau dinner bareng pacar? TIDAK. tapi kebiasaan ini berlangsung karena satu kata yaitu “cinta” dimana paradigma yang terjadi pada umumnya kalau berhubungan dengan kata cinta pasti urusannya ke arah berpasang-pasangan, pasangan hidup dan lain-lain. Dan hal itupun digembar gemborkan dengan headline artikel yang kadang menulis “sudahkah anda makan malam romantis dengan sang kekasih? “; “Kado terbaik untuk sang pacar di hari valentine”  akhirnya masyarakat pun tumbuh dengan pemahaman bahwa valentine adalah saat bersama sang kekasih dan beli kado! padahal makna valentine lebih dari itu sodara-sodara !

3. Apakah kasih sayang hanya direalisasikan setiap hari valentine saja ? JELAS TIDAK. yep ini karena konsep perayaan. dimana perayaan pasti dilakukan jarang-jarang alis setahun sekali, sehingga paradigma yang terjadi adalah semua orang-orang berlomba-lomba menunjukkan aksih sayang berlebihan pada saat hari valentine (-_-!). Sekarang coba dipikir

si A dan si B, pada hari valentine merayakan bersama secara sahabat, kemudian diluar hari itu mereka berantem setiap hari , jotos-jotosan , tendang-tendangan, caci maki , tapi kemudian akrena ini hari valentine dan semua orang merayakannya dan mereka terkena euforia valentine, maka mereka berhenti sejenak dengan aktivitas itu lalu berkawan , keesokan harinya ya berantem lagi , kan bukan hari valentine *oh my gosh, menyedihkan..ok next*

seorang gadis , selalu bilang kepada teman-temannya bahwa selalu menanti-nantikan hari valentine, karena apa ? di hari valentin dia pasti dikasih kado dan diajak makan malam romantissss sekali dari sang pacar *oh my God, kasian sekali gadis itu, dia hanya akan diajak makan malam romantis dan kado pada saat valentine saja! padahal seperti yang kita tahu dalam membina hubungan yang langgeng setiap hari setiap saat adalah hari kasih sayang, tanggal berapapun itu seandainya memang sepasang kekasih sedang ingin makan malam romantis atau membelikan kado yang dibutuhkan pasangannya ketika jalan-jalan di mall, its okay ! masak harus nunggu sampe valentine ?!!*siapa yang tau umur manusia?*

Saya gak bisa bayangin kalau suatu saat ada seorang pria yang bilang begini “maaf ya sayang, aku cuma bisa peluk kamu, menenangkan kamu , menghapus air matamu dan ngajak km makan malam pada saat hari valentine saja tanggal 14 februari, jadi diluar itu km makan malam sendiri aja ya” *OMG, yup paham seperti ini bisa muncul karena kebiasaan merayakan valentines yang identik dengan membahagiakan kekasih saja, hati-hati  @__@

4. Apakah kado atau materi sudah bisa mewakili sebuah perasaan kasih sayang? JELAS TIDAK. karena apa ? kita bukan hewan yang bisa dibahagiakan hanya dengan hadiah (makanan).   Anjing sahabat saya, sudah disediakan makanan dan pembantu di rumah, tapi si anjing hanya selalu mau makan kalau sahabat saya sudah pulang ke rumah dalam keadaan baik. See? hewan aja punya perasaan apalagi manusia. Ada manusia yang bisa bahagia hanya dengan beragam kado dan hadiah ? TIDAK. contoh :

-Adegan 1-

Seorang anak , memiliki kedua orang yang sangat sibuk di kantor maupun kegiatan sosial, hingga si anak jarang bertemu dengan mereka bahkan di saat akhir pekan sekalipun. Sebagai gantinya , orang tua selalu membelikan hadiah mainan dan uang jajan yang cukup untuk si anak sehingga si anak bisa membeli dan bermain dengan apapun yang dia suka dan hal itu akan menimbulkan suatu euforia kebahagiaan. Dan jika sudah begitu si anak akan memahami bahwa itu adalah bentuk kasih sayang dari kedua orang tuanya. Apakah si anak bahagia ? tidak. bentuk pemahaman dari sang anak hanyalah perasaan kompensasi. Jauh di dalam hatinya perasaan bahagia dengan mainannya tetap saja tidak bisa tergantikan dengan perasaan bersama orang tuanya. Dan gawatnya lagi, si anak akan tumbuh dengan paham , bahwa jika dia ingin membahagiakan seseorang berilah orang tersebut kado tanpa harus berada di sampingya.

Well.. gak semua orang suka dengan hal ini lho, sebagai contoh saya, saya dari kecil full of atention, selain suster,  ketika orang tua saya tidak bisa menemani saya selalu ada tante dan om yang menemani saya, sehingga saya selau berinteraksi dengan manusia bukan benda. dan tumbuh paham kuat dalam diri saya bahwa saya bisa bahagia bukan dengan benda ataupun kata-kata tapi dari keadaan bahwa orang yang saya sayangi, ada di samping saya tanpa perlu membawa hadiah sama sekali. Membahagiakan saya kesannya gampang banget ya? gak perlu ribet mikir dan nyari-nyari kado, cukuplah bersama saya menghabiskan waktu saja berpetualang wkwkwkw *justru waktu itu adalah hal termahal dalam hidup dibandingkan harga satelit NASA ,ya gak?!*

-Adegan 2-

Seorang istri yang sukaaaa sekali shopping dan belanja hang out dengan teman-temannya, tidak pernah ada di rumah, jadi kl suami sibuknya 10 jam dia lebih sibuk 24 jam. Suaminya selalu lembur di kantor dan tidak pernah ada waktu untuk bersama, sehingga sebagai gantinya si istri diberikan kartu kredit dengan limit bermilyar-milyar untuk spa, salon, belanja, kebutuhan rumah tangga dan lain-lain. sebagai ganti jarang mempunyai waktu berkualitas dengan suami. Apakah si istri bahagia dengan rumah tangganya ? JELAS TIDAK. kebahagiaan shoping itu hanyalah kompensasi dari kebahagiaan murni rasa sayang dari suami.

-Adegan 3-

Sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta *ceileehh bahasanya , dangdutan yok neng (-_-!) * , kebiasaan si kekasih yang tidak sabaran, dan mulut pedas tidak tahu tempat, waktu dan keadaan , tidak bisa menjadi seorang sahabat, tidak pengertian terhadap keadaan membuat si gadis merasa kesal. Dan herannya lagi setiap kali habis marah-marah, si lelaki selalu membelikan hadiah-hadiah lucu sebagai bentuk perasaan maafnya dan selalu berulang seperti itu, tiap kali berantem kasih kado, berantem kasih kado, bangkrut lama-lama kalau berantem tiap ari ya wkwkwk . Apakah si gadis senang? hmmm kalau si gadis benar-benar manusia dan tidak memanfaatkan si cowok *baca:cewek matre*, harusnya tidak. Siapa sih orang yang suka diinjak-injak kemudian dilambungkan lagi ke awan ,diinjak kemudian dilambungkan lagi. Yaaa kalau cuma sekali sih gpp, kalau berkali-kali, bisa saj si gadis langsung masuk rumah sakit ,entah meninggal, entah stroke, entah stress.

Okeyyy,dari kecerewetan saya di atas ini sebenarnya maksud saya hanyalah meluruskan makna valentine teman-teman , dan jangan sampai karena kita terlalu larut dengan kebiasaan memberi hadiah, adegan 1- 3 itu terjadi dalam hidup kalian. Faktanya adalah :

  1. Kasih sayang harus direfleksikan setiap hari tidak usah menunggu hari valentine
  2. Kasih sayang tidak bisa dikompensasi dengan benda apapun, percuma saja memberi hadiah tapi kata-kata/sikap kita menyakiti yang diberi hadiah, semahal apapun hadiah itu tidak akan terasa mahal&berguna.
  3. Kasih sayang tidak hanya pada kekasih saja, tapi juga pada orang tua, teman dan yang paling penting adalah sesama yang membutuhkan.
  4. Kasih sayang adalah kebersamaan hati dan perasaan damai, bukan urusan dinner di restoran bintang 5 atau hadiah emas 24 karat. Bunga sekuntumpun cukup koq kalau dibawakan dengan kejutan atau senyum dan kata-kata yang mendamaikan.

Berbicara mengenai google, apa yang saya suka dari google pada hari valentine day kemarin adalah videonya di tulisan google *nanti akan saya upload segera* , dimana video ini menceritakan sebuah kebersamaan, HEY ! bahkan google pun tau, bahwa perempuan itu butuh kedamaian&kebersamaan bukan hadiah-hadiah bertumpuk-tumpuk. *BRAVO !!!! plok…plok..plok*

Berbicara mengenai valentin juga, selama 25 tahun dalam hidup saya, saya baru benar-benar merasakan makna valentin tahun lalu di kisah ini, ironisnya adalah ketika kami datang ke sana , tidak ada penduduk yang menyadari bahwa apa yang kami lakukan adalah karena hari valentine, mereka senang karena kami datang dan bermain dan mengajarkan sesuatu yang berguna bagi anak-anak mereka, tidak ada ucapan selamat hari valentine ataupun perayaan secara khusus, yang membuat saya benar-benar menyadari bahwa inilah makna kasih sayang sesungguhnya.

Dan tahun ini? apa yang saya lakukan kemarin malam adalah hang out bersama teman-teman kos saya, kami cari makan seperti biasa layaknya kehidupan anak kos, bedanya adalah biasanya sendirian, kali ini bersama-sama. Apa yang kami makan? kami hanya makan di tempat yang biasanya juga kami makan, jagung bakar, lalapan, rot bakar, susu segar, tidak perlu tempat romantis, tidak ada tukar kado malah, tidak perlu restoran mahal *padahal bisa saja kami mendatangi restoran mahal untuk dinner bersama*. Tapi bukan itu yang kami cari dari hari valentine, yang kami cari adalah kebersamaan dan berbagi cerita karena itulah makna valentine’s day sebenarnya.

Valentine’s Day is about together, friendship, love, take care each other, kalimat-kalimat lembut dan menenangkan, perilaku damai dan segala macam hal abstrak lainnya. Not about present or gifts.

So pada hari valentine’s , ada dua pilihan sebenarnya :

*** ayo lihat di sekelilingmu , ajak kekasihmu/teman2mu beramal/bercerita tentang kehidupan, lakukan suatu kegiatan yang bisa membawamu lebih manusiawi🙂, besarkan anak-anak kita menjadi generasi futuristik yang peka terhadap lingkungannya bukan malah menjadi generasi purbakala yang tidak perduli terhadap yang lain kecuali dirinya sendiri. Buktikan bahwa kita manusia bukan robot.

*** tidak merayakannya atau tidak heboh dengan konsep valentine’s, bersikaplah layaknya itu adalah hari biasa dimana setiap harinya kamu memang selalu menerapkan perilaku kasih sayang. *hemat pulsa smsmu atau pakailah kartu halo seperti saya, pulsa tak terbatas hahaha*

Maaf kalau tulisan ini tidak berkenan di hati readers , tidak bermaksud apa-apa, hanya beropini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s