Gedung Pernikahan

Hollaaaa…di sela-sela break kantor sempet2in nulis blog cerita bersambung progress wedding saya, semoga cerita keruwetan saya ini bisa jadi inspirasi buat jegeg, eneng , mbak , Nona yang mau nikah, terutama dengan konsep Traditional khususnya Jawa.

Kali ini masalah gedung, to be honest, memang tidak sebanyak di bali , tapi kota solo ini cukuplah mempunyai hotel maupun gedung yang memadai untuk acara pernikahan. Ini yang menjadi perdebatan saya dan mama beberapa hari belakangan. Pakai gedung yang mana ? Kriteria saya dihubungkan dengan konsep pernikahan adalah

– Arsitektur : Jawa – kuno – penuh ukiran dan kalau bisa seperti rumah joglo / pendopo , jadi tamu masuk langsung teras joglo

– Kapasitas : 500-1000 orang (Tebak sendiri kami mengundang berapa orang @__@ , ditengah-tengah itulah rangenya)

– Tempat parkir = sangat luas dengan estimasi  300an kendaraan akan parkir pada saat hari H

– Ruangannya terdiri dari teras (meja tamu), ruang pertama (sebagai area prasmanan&gubukan) dan ruangan utama sebagai area acara inti seperti temu, kacar kucur tari2an dan meja-meja undangan lainnya)

– kalau bisa bangunan bersejarah seperti keraton, benteng vrederburgh jogja, atau musium apa gitulah *sekarang readers pasti membayangkan kami adalah pasangan antik hahaha*

setelah mama saya berkeliling dunia nyata dan saya berkeliling dunia maya, sreg ga sreg, kami bermuara pada satu hotel yaitu Hotel Dana solo, kenapa ?

1. Parkirnya Luas

2. Untuk malam hari, tidak masalah karena di dalam gedung dengan penerangan cukup. Plihan kedua jatuh pada gedung wanita, berdasarkan pengalaman kakak-kaka sepupu saya yang menikah disana, kalau malam gedung wanita kurang pencahayaan sedangkan resepsi saya malam hari.

3. Arsitekturnya so Njawani banget, hotel dana punya ruangan yang namanya Pendopo Agung untuk sekitar 1000 orang tamu, masuk ruangan akan disambut oleh pilar-pilar penyangga atap (soko guru ? saya lupa namanya apa) , lihat ke atas , disuguhkan pemandangan lampu kristal dengan atap kayu dan ukiran-ukiran jawa …dan yang paling penting ini ruangan gak perlu naik-naik ke lantai sekian karena terletak di bawah dan langsung terhubung dengan area parkir , so seperti rumah sendirilah. Belum lagi dengan struktur 3 ruangan bersambung dengan suasana berbeda yang saya inginkan seperti kriteria saya. Entah kenapa hotel-hotel baru lainnya, arsitekturnya sangat modern minimalis, mungkin karena sudah jarang orang yang menikah secara tradisional yang notabene membutuhkan budget yang berkali-kali lipat dibandingkan dengan yang menikah secara modern.

4. Untuk vendor dan komponen lainnya hotel dana SANGAT fleksibel dengan kemauan kita, as an example saya mengambil paket hotel dari mulai dekor sampai kamar pengantin dan kamar untuk tamu kecuali katering , karena saya pakai buffee dan gubukan. Just info , kalau di hotel-hotel besar lainnya di seputaran solo, kalau ambil paket dan bawa katering sendiri, malah harus nambah sekian puluh ribu per porsi per gubuk. *Gile…*.. itu baru katering, belum lagi urusan dekor dan lain-lain. Intinya kalau di hotel lain kita ambil paket sekian puluh juta itu, gak bisa customize dan malahan kena charge tambahan kalau bawa vendor dari luar untuk nambah-nambah. Saya memang sengaja modifikasi kolaborasi dari vendor luar untuk semua komponen supaya “Once in a lifetime”nya lebih dapat. Okeehhh dengan seorang calon pengantin cerewet, ga bisa menerima model paketan standart karena banyak maunya seperti saya ini, jelas ketidak fleksibilitasan paket tidak bisa ditolerir dan pilihan jatuhlah ke hotel dana karena memang pihak manajemen fleksibel banget dengan kami🙂

Yup, pada awalnya saya ingin menikah di keraton *jelas gak boleh desss…lu kan bukan putri raja* atau di benteng vrederburgh jogja *kalau yang ini ortu yang ga bolehin karena repot lintas kotanya dan outdoor pula* dan akhirnya mendapatkan gedung yang keraton wannabe, selidik punya selidik ternyata hotel dana ini memang dibangun oleh Mangkunegaran selama 50 tahun dimiliki oleh pangeran Poerbonegoro anak dari almarhum Raja Pakubuwno X. So ? what else?  Mimpi menikah di bangunan bersejarah pun dapat diwujudkan🙂

Next Chapter: Food …

4 thoughts on “Gedung Pernikahan

    • Halo sis ana, hotel dana menyediakan beberapa jenis paketan wedding dengan kisaran 20an – 50 jutaan , fasilitas tergantung harga paket yg dipilih.
      hanya saja makanannya itu model piring terbang. Tp krn saya gak pakai model piring terbang, jd kemarin biaya makanannya dikurangi dari harga paket.🙂 dan saya ambil catering dari jogja.

  1. blogwalking,,,
    pernah mampir ke hotel dana solo waktu lagi nikahan sepupu digedung persis di depan hotelnya. arsitekturnya bener bagus ya mba.
    happy wedding🙂

  2. Pingback: Flashback on my wedding preparation | Delightful Dessy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s