Antara passion dan kebutuhan

Problema ini sering dialami oleh para fresh graduate yang sedang shock *setelah lulus mau ngapain lg?”

Dan akhirnya sampailah mereka pada pilihan sebuah pekerjaan , [khusus buat saya sampai pada pilihan mau sekolah kemana lagi, karena selama kuliah S1 dulu saya sudah nyambi bekerja dimana-mana mulai dari di dunia IT sampai dunia musik dan yang saya inginkan hanyalah melanjutkan kuliah lagi]. Oke kembali ke topik….

Biasanya setelah sampai apda pilihan pekerjaan para fresh graduate akan bingung lagi, yaitu pekerjaan apa yang saya inginkan ?

Jelek-jeleknya biasanya para fresh graduate yang benar-benar baru akan bekerja akan memilih pekerjaan pertama yang menerima mereka, masalah selanjutnya nanti dulu lah😄

ATAU …ada juga yang terperangkap dalam pergumulan 2 hal berikut ini

1. apakah saya harus mendahulukan materi secara ngoyo untuk terpenuhinya semua kebutuhan dan kemudahan fasiltas dalam hidup dengan melakukan pekerjaan yang tidak saya sukai? [Apa aja yang penting halal dan duitnya banyak, ga peduli kerja banting tulang siang malam toh masih single ini]

2. atau bekerja sesuai dengan passion diri, ya kalau gajinya gede ya Puji Tuhan kalau engga ya gpp rejeki itu bisa dicari yang penting sudah bekerja sesuai dengan keinginan hati karena Sesuatu yang dikerjakan dengan hati ikhlas dan sungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil yang baik dalam hal ini adalah rejeki.

Yah dari problema di atas nampaknya sudah terdapat sebuah kesimpulan yaitu ,dimana

Uang memang bukan segalanya tapi segalanya butuh uang

Bagi lelaki mungkin tidak akan terlalu merisaukan dalam memilih jenis pekerjaan yang akan dihadapi dan waktu yang akan dijalani, walaupun nantinya pasti akan sampai juga pada sebuah titik ekstrim / jenuh (-_-!) tapi bagi perempuan memilih sebuah pekerjaan sama seperti milih sepatu *Ribet* mesti mikirin kodrat sebagai perempuan yang tentunya akan menjadi ibu, mikir waktu yang fleksibel biar walaupun bekerja tetap ada waktu untuk keluarga dan lain-lainnya.

Kebahagiaan dan Berbagi

Pilihlah apa yang hatimu kehendaki, dan ingat bahwa masa depan ada di tanganmu sendiri dengan bimbinganNYA, bukan di tangan orang lain.

 EVERYBODY HAS HIS OWN PATH OF LIFE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s