Cukup

Ketika semuanya sekarang terbuka, hanya menyelamatkan muka sendiri-sendiri.
Maka saatnya untuk mengalihkan prioritas.

Kerjakan yang penting buatmu dan sesuai tanggung jawabmu.

visit&like my FB Page : DSY
Thank You ^^

Ramayana Ballet

Melihat pertunjukan perdana sendratari “Ramayana” berarti menyaksikan kelahiran suatu babak baru dalam sejarah senitari kita, yang merupakan impian dari segala keindahan, demikianlah kesan dari pertunjukan ini akan berbekas dalam kenanganku untuk selama-lamanya sebagai sesuatu yang indah dan menakjubkan salah satu puncak kebahagiaan dalam hidupnya tiap tiap pecinta seni.
—Andjar Asmara

Kemarin saya dapat kesempatan menyaksikan Ramayana Ballet show di Open Stage candi Prambanan. Kebetulan di bulan-bulan ini pas diadakan di outdoor, dengan latar belakang Candi Prambanan yang diterangi oleh bulan purnama. Kombinasi panggung amphiteater,lighting, koreografi dan tarian yang indah membuat suasananya menjadi magical,mistik dan keren banget.

Ramayana Ballet adalah pertunjukan wayang orang tanpa dialog,hanya ada tarian yang mengutamakan ekspresi wajah&tubuh supaya greget, iringan gending jawa,narasi di layar lcd dan visualisasi panggung yang terkemas secara apik.

Udah pada tau kan the famous story of ramayana dimana ada lakon si hanoman yang akhirnya terkenal dengan episode  “hanoman obong”.

Ramayana adalah sebuah cerita epik bertema cinta yang berasal dari India seperti mahabarata. Cerita ini diserap oleh masyarakat Nusantara ketika pengaruh Hindu dan Budha berakulturasi dan diceritakan ulang melalui media perwayangan.  Kata “Ramayana” dalam bahasa Sansekerta berarti “Perjalanan/ Petualangan Rama”.

Kisah klasik ini dimulai dari scene sayembara oleh prabu janaka yaitu pencarian jodoh dewi sita,yang dimenangkan oleh rama.
Rama,sita dan Laksmana, adik rama yang sedang dalam perjalanan pulang ke kerajaannya,diganggu oleh kijang emas cantik jelmaan utusan rahwana,raksasa yang naksir sita dan tidak terima kalah saing ama rama. Ketika rama&laksmana memburu si kijang atas permintaan sita,sita diamankan di sebuah lingkaran perlindungan, awalnya aman namun akhirnya setelah menjelma menjadi kakek2 renta rahwana berhasil menculik sita dan dibawa ke kerajaannya.

Disaat perjalanan galau mencari sita yang hilang (jatayu burung garuda sakti teman prabu janaka yang memberitahu rama kalau sita diculik rawana) rama bertemu dengan hanoman (si kera sakti nya Indonesia) dan terlibat kesepakatan bisnis menyelesaikan konflik subali&sugriwa yang ujung2nya masih rebutan permaisuri juga di kerajaan monyet (apa coba bahasanya 😂) sampai akhirnya hanoman membalas budi dengan membantu rama menyelamatkan&mencari sita yang diculik.

Adegan paling seru waktu hanoman menyerbu kerajaan alengka,tertangkap lalu dibakar oleh prajurit namun berhasil melarikan diri dan malah membakar seluruh kerajaan. Penari yang melakonkan hanoman,menarikan Fire dancing & membakar properti dengan mulusnya padahal waktu itu hujan dan lantai panggung basah kuyup licin termasuk kostum para penarinya (Yes,We called it proffesional).

Setelah kerajaan berhasil terbakar, dan rahwana dibunuh oleh hanoman *noted: di versi cerita yang ini, rahwana dibunuh hanoman ketika sekarat dan berusaha melarikan diri dari rama*,lalu sita berhasil selamat. Masih ada konflik lagi yaitu rama yang meragukan kesucian sita setelah diculik,sampai akhirnya sita membuktikan diri dengan cara membakar diri. As usual ketika sita tidak terbakar,dan rama menyusul sita ke kobaran api sebagai penutup cerita romantis,rame deh pada baper semua penonton. *di versi modifikasi ini ceritanya happy ending 😄*

Kombinasi tata panggung dengan lampu beribu2 watt,latar 3 candi di prambanan, sinar terang bulan purnama,penari&team teknis yang profesional *basah kuyup jalan teruuss*,adegan bakar-bakaran api,adegan panah memanah ala legolas *panahnya beneran lho*,koreografi yang apik *penarinya muncul dari mana-mana diantara penonton,ga melulu dari tengah panggung* membuat saya yang belum pernah nonton sendratari dengan taraf internasional ini benar-benar terpukau. It was so ….magical 😄

Pertunjukan ini berlangsung sekitar 2 jam. Sungguh sebuah pertunjukan yang cantik,spektakuler dan tidak tertandingi. Tidak heran kalau prambanan&borobudur masih menjadi primadona wisata dengan kombinasi kisah ramayana balletnya dan candi-candi yang gagah.
Someday saya pasti akan kesini lagi untuk nonton lagi (tentunya dengan misi membawa kamera profesional dan duduk di posisi yang strategis hahaha).

Salut buat para penari Indonesia yang masih setia mempertahankan budaya.

PS:
-sayangnya foto cuma diambil pakai kamera SGnote 4,bukan kamera profesional 😂😄 *duh i try my best with this 16MP ya

– berhubung ternyata bocah enjoy dan suka liat sendratari,it’s worth it lah bawa dia kesini daripada nonton finding dory 😄

– cerita ramayana ballet ini merupakan cerita modifikasi dari versi aslinya yang kalau ditarikan komplit bisa berjam-jam. Yang ingin tau cerita aslinya searching saja Kisah Ramayana.

image

CK 3YO udah ngerti dan bisa menikmati sendratari, buat saya ini adalah sebuah milestone.

visit&like my FB Page : DSY
Thank You ^^

Untuk anak perempuanku

*Panduan Untuk Anak Perempuan

Berikut ada data2 menarik yg saya sarikan dari berbagai website dunia yg konsen soal pemerkosaan, bahwa:

1. 67% pemerkosaan dilakukan oleh seseorang yg mengenal korban, termasuk dalam definisi ini mengenal lewat jaringan sosial (fb, dll)

2. 2/3 pemerkosaan dilakukan malam hari

3. 1/3 pemerkosa melakukannya dalam keadaan mabuk

4. hanya 11% pemerkosa yg menggunakan senjata utk mengancam.

5. 15 dari 16 pemerkosa bahkan tdk pernah masuk penjara 1 hari pun (baik karena korban malu melapor, laporan tdk dilanjutkan, dan faktor lainnya)

6. 44% korban pemerkosaan dibawah usia 18 tahun

7. 31 tahun adalah rata2 pelaku pemerkosaan

Maka, dari berbagai fakta tersebut, juga dari berbagai pendapat ahli, berikut sy daftar beberapa panduan utk menjaga diri:

1. Jangan pernah menemui seseorang, pergi dgn seseorang yg baru berkenalan (termasuk baru berkenalan di tempat kerja, sekolah, kafe atau dunia maya, lewat sms), bahkan jika kalian merasa sudah tahu, yakin ybs adalah orang baik2. Ini benar2 tindakan paling bodoh jika kalian mau saja diajak pergi/ketemuan, dan dilakukan malam hari, ke tempat yang kalian tdk tahu.

2. Jangan pernah memakai pakaian yang mencolok, membawa barang (dompet, tas, HP) yg mencolok. Karena kalian berpakaian rapi serta sederhana sj tetap tdk mengurungkan niat pemerkosa, apalagi berpenampilan mengundang.

3. Jangan pernah berada dalam ruangan, kamar, tempat yang terisolasi dan terpisah jauh dari orang-orang sekitar. jangan pernah mau dalam situasi seperti itu. Ingat, angkutan umum, persawahan, semak, hutan, dll, jika jauh dr orang2 itu juga masuk dalam kategori ter-isolasi.

4. Selalu punya tujuan jelas jika berada di luar, selalu menjaga diri, misalnya dgn tdk menggunakan earphone di tempat ramai. itu membuat kalian lbh tdk sadar diri dgn lingkungan sekitar, tdk memperhatikan ada yg sedang memperhatikan. Selalu waspada. Termasuk keluar malam, jika tidak mendesak dan penting sekali, tunda keluar larut malam. Segala sesuatu yang bisa ditunda besoknya, jangan paksakan.

5. Jika merasa situasinya sudah mulai mencurigakan, kalian terdesak, di bawah tekanan, SEGERA putuskan untuk pergi menjauh. Ingat, hanya 11% pemerkosa yg menggunakan senjata. Teriakan, perlawanan, lari, apa-saja, walaupun hanya beberapa detik, sangat signifikan untuk memutus situasi terdesak. Tekan tombol panik dalam diri kalian sesegera mungkin–kecuali jika pemerkosa bersenjata tajam, pistol, dsbgnya dan dalam situasi amat mengancam. Jangan menunggu situasi menjadi tdk terkendali baru pergi. Jika kalian memang amat perasa, sungkan dgn tuan rumah atau seseorang bersama kalian, berbohong silahkan utk mencari alasan pergi segera. atau bila perlu pergi saja.

6. Jangan menerima sembarang minuman dan makanan dari orang yang tidak dikenal. Perhatikan gelas minuman jika kalian berada di pesta, dll.

*Tere Liye

visit&like my FB Page : DSY
Thank You ^^

Piano (part 2)

Piano part 2

Yep setelah beberapa pertimbangan disini saya memutuskan hunting piano akustik.
Biar sekali jalan maksudnya.
Walaupun “mengusahakan” duitnya juga setengah mati sih huhuhu
Daripada ntar setelah sekolah baru hunting tambah setengah mati deh.

Mulailah perjalanan ke awal bertanya ke piano teacher lagi…
Jadi gini jenis piano kan ada macam-macam ya.

Dari yang pendek/spinet sampai grand. Paling populer yang jenis upright.
Kalau yang spinet udah jarang banget orang punya dan ujung-ujungnya akan upgrade juga.
Kalau yang grand, kemahalan. Hahaha

Pilihan jatuh ke jenis piano yang umum ditemui yaitu upright.
Sekarang merk…
Yang sering beredar ada kawai dan yamaha buatan jepang lalu si steinwey and sons itu sih.
Kebanyakan guru dan toko musik karena kita hidup di Indonesia yang tersedia dan servicenya gampang dan nilai jual kembalinya ok, ya yamaha. Walaupun dari segi suara, kawai lebih bening sedikit. Steinwey and sons? Udala jangan ditanya thats the best brand piano in the world dan harganya mihil. Titik.

Tanya sama guru musik, mereka menyarankan merk yamaha.
Tanya sama penjual piano, kebanyakan punyanya yamaha dan servicenya gampang yamaha. Apalagi di kota kecil tempat saya tinggal ini. Mau cari merk lain, susah. Minim pilihan.
Tanya sama internet di beberapa situs populer&terpercaya seperti markgoodwind,forum piano etc,juga paling populer ya yamaha.
Ya udah lah ya yamaha aja ya.

Pertanyaannya sekarang mau yang baru atau bekas?
Tanya sama piano teacher dan browsing internet dapat hasil : kalau beli piano baru harganya akan turun jatuh banget. Jadi artinya kalau gak mampu beli yang bagus sekalian supaya gak upgrade / tahan lama, jangan beli yang baru *gitu deh kayaknya hahaha*.

Beli piano yang second, dengan syarat kondisinya harus bagus dan benar-benar dicek. Umur piano kalau maintenancenya bagus bisa sampai ratusan tahun. Dan kalau maintenance pemilik sebelumnya bagus itu bisa jadi nilai investasi.
Piano second harganya ga akan langsung drop. Stabil. Dengan syarat maintenancenya bagus.
Gak kaya piano baru yang awalnya beli di harga 30 juta, baru umur setahun dua tahun mau ganti/upgrade harganya langsung jatuh 50%.

Ok baiklah kalau ada “barang bagus” pilih yang second. Kalau ada barang bagus.

Sekarang ke tipe. Ok merk udah ya yamaha. Karena kawai juga ga banyak pilihan kalau dikota ini. Mau ambil resiko pribadi kirim dari luar kota.
Engga deh. Ga berani.

Tanya lagi ke piano teacher dan inernet forum. Mostly menyarankan tipe U3. Untuk yg upright.

Kenapa u3? Saya ambil kesimpulan dari penjelasan guru piano dan forum internet soal yamaha, tipe u3 ini
– suaranya kaya grand. Bergema bagus. Karena senarnya panjang. Tinggi u3 131cm tipe piano upright. -tipe yang mudah dicari di seluruh dunia karena ini tipe favourite banget untuk upright yamaha. Semakin tinggi semakin nyaring dan baik suaranya tapi kondisikan juga dengan kondisi ruangan sih. Kalau taruhnya di ruangan kamar 3x3m ya mikir juga deh. Atau mainnya pakai demper tengah biar volume agak tertahan.
– karena spesifikasinya *piano akustik ya bukan digital yang penuh pencet2*, piano ini sering naik dipakai di panggung2 konser. Which is mean kalau naik panggung mostly maintenancenya pasti bagus.
– ga perlu upgrade di tengah perjalanan belajar piano kecuali upgrade ke grand hahaha
Dan lain lainnya lah untuk tipe ini banyak banget bertebaran di internet.

Find….huntinglah si u3 di toko piano.
Daaann jennggg….jeng….yamaha ga punya tipe u3 baru di Indonesia. Kecuali impor langsung dari pabrikny di jepang hanamatsu. Hahahaah
Jadi yamaha punya pabrik dimana-mana, indonesia tepatnya pulo gadung hanya memproduksi yang tipe ju109pe (109cm) dan tipe u1(120cm). Harganya? Ju109 kisaran 33 juta. Dan u1 kisaran 60 juta rupiah. Bagus mana sama u3? Masih jauh bagusan u3 daaan… kalau pun ada u3 baru di Indonesia harganya sekitar 6000USD atau kisaran 80-90an juta. Astagaaa beli piano aja koq sampe segituuu… huhuhuhu

Balik lagi ke tipe, jelas dong tipe ju yang 109cm itu pendek. Suaranya standar biasa student lah. Dan cocoknya buat di kamar. Untuk di ruangan luas seperti kamar tamu / hall ga terlalu baik soundnya. Dan ada kemungkinan akan upgrade di grade tertentu. Haduh….dannn harganya jelas langsung jatuh kan baru hehehe

U1? Kemahalan. Titik.
Kawai? Yang paling murah kisaran  35juta. Tapi barang susah.
Steinwey? MAHAL.

Kembali ke keberuntungan, kalau bisa dapat u3 kondisi baik di jateng,ambil. Kalau engga ya sudah legowo sama ju109pe yang baru.

HUNTING
Hunting barang dan hunting informasi. Memperkuat informasi cara mencari atau cek piano second.
Seperti :
1. Soundboard ga patah atau kena bekas banjir. Apalagi piano-piano dari jakarta. Pasti rawan banjir.
2. Tuts masih ok. Kalau dipencet baliknya cepat.
3. Senar ga ada yang warna hijau, karena kalau hijau konon katanya bekas tikus.
4. Kondisi hamper dan senar sama. Ga ada yang baru sebagian bekas sebagian. Jadi kondisinya sama semua.
4. Umur piano/nomor seri dia diproduksi. Yamaha bisa dilacak dengan mudah di internet.
Dan yang lain-lain deh pokoknya. Banyak sekali faktor yang harus dipertimbangkan ketika membeli second.

Termasuk harus belajar sendiri melihat kondisi piano 2nd. Huntinglah saya ke beberapa toko yang jual piano second di jogja dan solo. Lihat-lihat bandingkan cocokkan mainkan cocokin harga. Etc etc

Ok membulatkan tekad kembali ke toko piano di solo dengan harapan kalau belinya disini kan gampang ya,mau service dll. Harganya juga reasonable. Sama lah dengan yang beredar di internet (USD) atau yang dari surabaya. Non ongkir aja.

Sampai di sana,kunjungan pertama dihadapkan dengan 2 jenis piano upright. Yang satu tahun 1960an nippon gakki, demper kayu dan jamuran dan yang 1 entah tahun berapa lebih bagus  ada tulisan certificate. Jepang. U3 semua.

Kunjungan kedua muncul sebuah piano lain tipe u3 dengan kondisi jauh lebih prima dibanding terdahulunya. Saya tanya, ini kenapa gak ada 2  minggu yang lalu?
Jawabannya sudah dibeli orang pesan langsung dari surabaya (bukan jakarta ok save) dan ketika sampai dirumahnya mau naik ke lantai dua …gak bisa karena kondisi tangga yang gak memungkinkan. Akhirnya balik ke toko dan batal. Barang bagus.

Batin saya, kalau orang uda transaksi pasti barang bagus. Karena alasannya cuma ga bisa naik ke lantai 2 aja.
Apa mungkin ini jodoh piano saya? Hahahaah

U3 lhooo….cek cek kondisi semuanya ok. Diproduksi bulan desember tahun 1978 sesuai dengan nomor serinya. Kondisi baik maintenancenya bagus. Di pedal terdapat sedikit kelopek bekas sepatu which is mean, kemungkinan besar piano ini belum  direkondisi alias masih original dan biasa dipakai di panggung. Main piano dirumah gak mungkin sampai mengelupas kan pedalnya, karena pedal mengelupas kalau yang nginjek pakai sepatu. Lihat motif cover atasnya,kaya motif kuno gitu. Entah pernah dimiliki pejabat atau dimiliki sebuah sekolah seni.  Simpel aja sih…
Cek harga yang ditawarkan sama dengan yang biasanya beredar di internet untuk nomor seri tahun itu.

Akhirnya memberanikan diri “menawar” dan “meminang” si piano for about 20% lower price hahaha
Dapat! Masih di kisaran 30-40jutaan sih.

Bungkus, transfer, besok dikirim. Lusa di stem.
Tanya-tanya sama yang nytem, kondisi piano masih bagus. Fiuuufffff
By the way tutsnya masih bersih juga ga kekuning’kuningsn gitu.

Mainlah piano lebih sering mulai saat itu termasuk lega karena si bocah juga tertarik.
Daannn …sekarang saya mengerti kenapa saya jatuh cinta sama piano akustik. SUARA.

Suaranya kaya banget. Rich sound. Bandingkan dengan punya murid yang pakao digital, *ouch* pantes kebanyakan teacher selalu menyarankan yang akustik dan sedikit mengernyit ketika mendengar piano digital. Hehehe *peace*

Piano saya letakkan di kamar tamu dengan ukuran ruangan 5×4 meter.
Jalan kompleks perumahan   saya terdiri dari 5 rumah  dengan ukuran rata-rata rumah 160m2 atau bisa lebih.
Saya main piano, saya suruh ART jalan sampai ke ujung jalan, masih kedengeran suaranyaaaa *stage piano banget dah*
Dan tentunya walaupun keras tapi suaranya empuk. Beda dengan digital yang kalau volumenya dikeraskan bikin sakit telinga. Banyak juga yang volume sampai di angka 12 udah mulai cempreng suaranya.

Beda banget deh.
Semoga saya bisa merawat piano ini dengan baik jadi dia tidak kehilangan nilai antik dan “value price”nya.

image

image

visit&like my FB Page : DSY
Thank You ^^

Piano (part 1)

Hai readers, apa kabar?
Lamaaaaaaa banget ya saya gak nulis blog.
Maklum emak2 sibuk, sibuk kejar setoran. Hahaha

Bdw saya baru beli piano *pamer*.
Bukan piano nya yang mau ceritakan tapi perjalanan saya sampai kepada tahap membeli piano sih.

Semuanya berawal dari 15 tahun silam, ketika saya belajar musik resmi di sekolah musik pertama kali. Instrumen yang saya pelajari bukan biola  tapi piano.

Yes a piano. Rangkaian kayu dan senar yang disusun sedemikian rupa hingha menghasilkan sebuah bunyi. Belum tentu indah tergantung playernya hahaha

Kenapa saya belajar piano? Karena teman ibu saya ngelesin anaknya piano jadi latahlah emak saya dengan ikut2an ngelesin anaknya piano juga. Kabar buruknya adalah harga piano itu mahaaal sodara.

Perbedaannya apa….
Organ adalah alat musik elektronik atau bisa juga sih gak elektrik yang pakai pipa besar2 itu,biasa dipakai di gereja. Bunyinya yang seputaran itu aja bunyi “strings” khas organ.
Kalau yang elektrik semakin baru semakin macam-macam bunyinya. Tapi ya kembali lagi ke fungsi organ, teknik mainnya ya sama aja dengan organ klasik. Harga “relatif” dibawah 10 juta juga ada.

Keyboard adalah alat musik yang paling sering kita temui di acara pesta. Karena alat keyboard mudah dipelajari, dan karena mudah dipelajari maka jika kemampuan playernya pas-pasan sekalipun bisa terlihat bagus -bagus aja mainnya karena bantuan mesin. Harga? Yang 2 jutaan aja ada. Namanya elektrik ya tergantung fasilitas dan fungsinya aja, sama kaya beli handphone.

Piano adalah alat musik kuno yang sering digunakan dalam pesta, reality show *lihat acara hitamputihnya om dede.c? Yes it is steinwey and sons. The best piano brand in the world, dikasih secondnny mau banget lah gw hahaha*. Dan instrumen wajib atau paling populer di kalangan musisi pencet. Panjang piano 7 oktaf/88 tuts dan tutsnya berat. Jarang la saya lihat musisi pencet milih organ/keyboard sebagai mayornya. Harga? Paling murah second kondisi baik, umur kira-kira 30tahunan, sekitar 20 jutaaan. Baru? Jangan ditanya deh berapa harganya. Bisa sama kaya beli mobil bahkan rumah.

Well dari 3 alat pencet ini hirarkinya dari atas adalah Piano – Organ – keyboard.
Artinya…kalau kamu bisa main piano dengan baik,kamu akan mudah belajar organ apalagi keyboard. Tapi kalau startnya uda belajar keyboard duluan,ketemu piano? Manjatnya jauuuuhhhh.

Oke back to my story, singkat kata
Saya belajar piano tanpa punya alatnya. Hahahah *WTF*
So…tiap kali saya dapat pe er fingering dari guru saya diawal-awal lesson, jadilah tembok sebagai media saya fingering *emang temboknya bunyi? Ya kagaklah targetnya kan fingeringnya bener.hahaha*.

Selama awal belajar saya gak pernah protes, sekalipun tersendat-sendat mempelajari alat musik yang bahkan saya gak punya buat latihan. Belum lagi ngelihat si temen nyokap yang ngebeliin anaknya piano second seharga 21 juta rupiah di tahun 2001an. OMG
Duit darimanaaaa ortu saya bisa beliin piano,kan eyke masih sekolah, kudu kuliah, pengen s2 dll dkk.

Setelah beberapa bulan saya survive tanpa alat dirumah, finally …ortu beliin saya….keyboard beneran yang 5 oktaf bukan mainan (mwahahahahah bukannya ga bersyukur yaaa,tapiii…) ya sudahlah karena ortu buta musik dan saya juga belum punya alasan kuat untuk minta piano. Jadilah saya belajar pake keyboard dirumah. Survive sampai beberapa grade,setelah sampai ke tahap tertentu dalam bermusik… saya mulai ga nyaman dengan keyboard. Huhuhu lesnya piano tapi pegangnya keyboard. Touchingnya beda, tekniknya beda huhuhuhu

Akhirnya saya bilang sama ortu bahwa says berhenti dulu belajar pianonya, daripada rugi bayar les piano mahal-mahal tapi tiap kali les progressnya lambat karena saya belajar pake keyboard. Gantilah ke biola yang lebih terjangkau harganya. Waktu itu start up di 650ribu rupiah dan setelah advanced dapat biola seharga 5 juta rupiah dan masih akan naik lagi harganya karena ini investasi *biola aja harganya sama dengan ipad hahaha*.

Ok back to piano,selama saya belajar musik, saya tetap memendam keinginan saya untuk punya piano. Ada “rasa” di dalam hati yang menggebu *halah* tiap kali lihat piano. Saya harus piano sendiri someday for PAYBACK.

Sampai akhirnya keinginan itu terpendam dan mencuat lagi ketika sudah punya anak. Saya sukanya main piano,biola dan kerajinan tangan.  Jadi …yaaa….saya akan ajari anak saya itu. Karena bisanya itu. Berawal dari pengalaman saya dulu yang berhenti di tengah jalan. Akhirnya saya mencari jalan untuk punya uang supaya bisa beli piano. Nabung! Kencangkan ikat pinggang.

Dengan harapan kalau saya ajari anak main piano, dia akan suka dan ga berhenti di tengah jalan kaya saya dulu. Kalaupun anak saya ga mau konsen di piano, at least someday saya dan dia bisa main piano untuk sekedar menghibur diri denganr suara piano yang menggelegar dan aduhai. INVESTASI  Hahaha

Mulailah perjalanan saya mencari piano. Awalnya dimulai dari budget dan model.
Mau beli piano digital atau…piano akustik.
Piamo digital dan akustik beda di bunyi dan tuts pencetnya.
Sama harga tentunya. Kalau pilih digital dengan budget 3oan juta sudah dapat yang bagus banget. Dengan segala macam bunyi’bunyisn elektriknya itu. Sedangkan piano akustik? Second atau baru biasa banget. Jiaaaah lihat kan bedanya huhuhuhu

Akhirnya saya konsultasi dengan beberapa teman pianis dan trainer2 piano sekaligus penjualnya. Nanya sana sini jakarta surabaya denpasar.
Akhirnya dapat kesimpulan :
Untuk investasi ke anak jauh lebih baik piano akustik. Karena anak akan dapat pengalaman teknik dan penjarian yang mantab. Piano digital hanya bersifat senang’senang gak tahan lama alias gak abadi sifatnya. Tapi dengan belajar piano akustik si musisi ini akan punya “investasi” yang baik dalam dirinya.

PLOK PLOK PLOK belum…. dari sini saya masih mencari opini dari segi budgetinv dong. Hahaha hihihi huhuhuhu

Browsing-browsing lah soal review piano’piano digital, dimulai dari yamaha airus yang harganya sekitar 10-15 jutaan. Pilih yamaha karena merk uda terkenal aja sih hahaha
Mikir soal yamaha airus dan mendengarkan suaranya di gereja. Kebetulan gereja pakai airus.

Ok noted.

Ketemu sama kakaknya si clavinova dengerin suaranya juga. Ok noted.
Hasilnya? Jauh lebih bagus suara si clavi ya setidaknya ga cempreng la kaya si airus. *ya iyalaaaaahhh harganya lhoooo beda jauhhh*
Si clavi start di harga 25 jeti. Whoaaaahh dan karena elektrik baik airus maupun clavi banyak tombol yang gak penting si kalau kita bisa main piano akustik dengan baik *ih sombong gw, walopun belajarnya ga sampai advanced tapi kalau soal main dengan baik sih saya ngerti dan BISA ya hahaha*.

Bandingin merk lain seperti roland harganya uda jauh mahaaalll. Tapi emg sih suaranya beda bangeeett empuk daaahh kalau rolland. Belom bisa dibandingin ama piano akustik yaaaa..oh ya untuk digital jelas belinya baru, aje gile beli barang second elektronik harga >5 juta. Ngeriiii

Trus hunting piano akustik dong ya…. sesuaikam dengan budget dengan budget 30an juta bisa dapat yang baru untuk student class (yamaha tipe ju109pe) atau second asal bagus kondisinya (25 jutaan). Pergilah melihat lihat piano akustik. Dan jreng jreeennggg….
Suaranya bedaaaa banget ama yang digital hahahahaha 
Ketika piano dalam kondisi baik,
Bunyinya ceesss pleeengg gitu di telinga *omigot*

Dari teknik bermain, bagus piano akustik *according to the senior teacher*.
Dari segi touching, bagus piano akustik. Tebel dan berat.
Dari segi bunyi bagus piano akustik bahkan untuk yang second *tapi masih dalam kondisi baik dan terawat* sekalipun.
Dari segi harga investasi, bagus piano akustik. Kalau digital elektronik, harga jatuh sejatuh-jatuhnya deh kalau mau ganti atau dijual. Ini juga berhubungan dengan grade belajar piano, kalau mau ke advanced ya walaupun awalnya beli digital someday tetap harus ganti/upgrade ke akustik.

Okelah ….mari hunting piano akustik. Di part 2

visit&like my FB Page : DSY
Thank You ^^

Buku tentang menyusui

Dulu saya pikir topik bahasan dan ilmu menyusui itu ya udah gitu aja. Bayi lahir langsung nyusu beres.

Tapi pas ikut kelas edukASI AIMI, saya jadi tau ternyata nyusuin itu gak gampang.

Lalu setelah ikut Pelatihan Konseling Menyusui *PKM jadi konselor saya jadi tau, bahwa selama ini saya tuh ga tau apa-apa soal susu menyusui ASI sekalipun udah nyusuin CK 1 tahun lebih waktu itu.

Nah setelah jadi KL (Konselor menyusui/Laktasi) kan sering konseling dengan klien ya, saya jadi tau bahwa jadi KL itu gak gampang daannn masalah menyusui itu selain yang dibahas di buku PKM pada umumnya ada juga masalah lainnya. KOMPLEKS lah kaya perumahan.

Sekarang setelah kehabisan bahan bacaan,dan koleksi buku soal susu menyusui sampai MPASI
Seperti buku breastfriend, MPASI rumahan AIMI, multitasking breastfeed mama, a guide to breastfeeding dll dkk *semua ada di toko buku kecuali guiding dan buku pkm of course*.
Saya jadi tau bahwa Ilmu menyusui itu LUAAASSS sekali 😄

image

image

Nemuin buku menyusui *gambar atas* di perpustakaan itu rasanya senang sekali. Dan punya buku tentang menyusui yang ditulis langsung oleh pakar menyusui dunia Jack Newman *walaupun versi terjemahan* rasanya plong. At least kalau dapat klien kamusnya terpercaya hihihi

visit&like my FB Page : DSY
Thank You ^^

The orchestra in town

Sudah jadi kebutuhan rasanya tiap kali saya pindah kota pasti mencari-mencari chamber orchestra. Untuk memuaskan dahaga bermain musik dalam orchestra aja yang sudah saya mulai sejak 15 tahun yang lalu.

Rasanya ada yang hilang aja kalau udah ga bermusik lagi.
And then…setelah venus bali,baliSAE,Amari Jogja dan Dwipantara di malang, di kota ini saya gabung di SoliDio orch.

image

Semoga betah dalam semangat berkarya.

salam kreasi DSY