Motif dan Falsafah Batik

hari itu disela-sela kesibukan saya mengerjakan thesis *yang sekali lg berhubungan degn batik walaupun tidak secara langsung*

dalam pikiran saya terlintas suatu masa di waktu saya masih kecil,saat ibu saya yang lahir dr keluarga pecinta batik,pernah menceritakan soal arti dan motif-motif batik.

Yaah….berhubung waktu itu saya masih ‘cuek’ dengan batik,maka hal itu *jujur* hanya masuk kuping kanan keluar kuping kiri tanpa tahu bahwa informasi itu nanti akan sangat berguna bagi sy.

Bergunanya dimana ?

bukaaaan,bukan karena thesis saya adalah soal batik.itu hanya kebetulan saja krn kebetulan setiap kali mengerjakan tugas akhir saya membutuhkan sebuah perusahaan untuk diteliti.

tp sy menyadari bahwa apa yg diinformasikan ibu saya mengenai batik dulu akan sangat berguna krn pada akhirnya saya MENCINTAI BATIK ! (-__-!) mungkin dikarenakan kesukaan saya pd hal-hal yg berbau vintage,kuno,tradisional dan antik atau mungkin jg krn saya dibesarkan dgn budaya jawa tengah tulen yg pastiny selalu memakai batik di setiap kesempatan bahkan disaat batik belum nge-trend seperti skrg ini.

Alasan kedua adalah karena saya tau pasti nantinya saya akan meneruskan apa yg sudah dilakukan ibu dan tante-tante saya yaitu menjadi kolektor&pengguna batik,bukan batik biasa2 saja tp memang batik yg memiliki motif dan arti2 khusus,saya harus bisa menjelaskan itu semua pada anak perempuan saya kelak (-_-!) ,sayapun masih ingat pakde juga pernah mengajari saya membedakan mana batik cap,tulis,printing tanpa melihat prosesnya bahkan eyang uti saya yang mempunyai 7 orang anak selalu memberikan sepasang kain jarik bermotif sama u/ putra-putrinya saat mereka menikah dan *seingat saya* tidak ada yg sama,7 pasang anak 7 motif.

ok then…ini daftar beberapa motif batik yang saya temukan.4 teratas adalah yg memang saya  ingat *tidak keluar kuping rupanya pas saya masih kecil hahaha* sedangkan selanjutnya saya mencari-carinya di berbagai blog batik lainnya

Motif-motif batik Indonesia yang sudah ada sejak turun-temurun masing-masing memiliki makna dan peruntukan tersendiri:

1. Motif Parang

motif diagonal bersudut 45 drajat. Diantara 2 deret parang diisi dengan motif mlinjon. Mlinjon berasal dari kata melinjo (biji pohon Eso/Gnetum gnemon) yang merupakan bahan mentah emping. Parang berasal dari kata pereng atau tebing/lereng dan juga berarti senjata. Menurut sejarah, motif parang tercipta ketika Raja Mataram berkelana dan menemukan tebing untuk bertapa. Dulu kain bermotif parang hanya boleh digunakan untuk kerabat keraton.

2.  Motif Berawalan Sida

Motif sida  mengandung harapan untuk mendapatkan kasih sayang dari sesama. Kain bermotif sida asih biasanya dipakai untuk upacara tradisional Jawa: Mitoni (7 bulanan), kelahiran, akad nikah, dan kematian. Sida Mulya bermakna kemakmuran dan melindungi tanah air, bumi yang dipijak

3. Motif Truntum – Kawung

setau sy motif truntum ini khas jogja,Motif truntum yang diciptakan oleh permaisuri Sunan Paku Buwana III (kanjeng Ratu Kencana) bermakna cinta yang tumbuh kembali. Kain bermotif truntum biasa dipakai dalam upacara pernikahan.
Motif kawung berasal dari bentuk buah kawung (buah pohon aren atau kolang-kaling) tp  ada pula anggapan bahwa kawung adalah bunga teratai yang melambangkan umur panjang dan kesucian.

4. Motif Pringgodani atau pringgondani ? saya agak lupa tulisannya

Pringgondani adalah sebuah nama kerajaan tempat asal Gatotkaca (putra Bima-saudara tengah keluarga Pandawa dalam cerita Wayang Kulit Purwa). Motif Pringgondani termasuk kelompok pola Semen dan pola non geometris.
Motif Pringgondani biasanya ditampilkan dalam warna-warna gelap seperti biru indigo (biru nila) dan soga coklat, serta penuh sulur-sulur kecil yang diselingi dengan naga.

5. Motif Wahyu Tumurun

Motif Wahyu Tumurun melukiskan anugerah (wahyu) Tuhan YME. Kain bermotif wahyu tumurun dipakai untuk upacara tradisional Jawa: Mitoni (7 bulanan), siraman (pembersihan badan pengantin sebelum pernikahan), dan akad nikah

6. Motif Garuda

Garuda adalah burung yang melambangkan kesaktian. Motif ini merupakan salah satu motif klasik yang memiliki banyak nama khusus, salah satunya Semen Rama yang mengandung Hasta Brata (delapan ajaran dalam agama Hindu). Kain bermotif garuda biasanya dipakai untuk menghadiri upacara pernikahan.

7. Motif Ceplok

bukan batik bermotif telor *ga lucu kayaknya* tapi  motif batik yang berisi bentuk-bentuk bunga, buah, daun, binatang, dan variasinya yang terletak dalam bidang-bidang geometris (segi empat, lingkaran, dll).

8. Motif Semen

Motif semen berasal dari kata semi, yang berarti tumbuh atau bersemi dari dalam tanah, dan tanah merupakan bagian dari gunung. Dalam Hasta Brata gunung tertinggi adalah Mahameru yang melambangkan keadilan. Contoh motif semen adalah Adi Luhung.

NAH ! begitulah motif-motif batik yang dapat saya ingat dan temukan sampai detik ini,kl ada yg lain saya akan post lg di kesempatan berikut.batik oh batik …

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s